Ekspor Impor di Sumut Alami Kenaikan

REDAKSI
Jumat, 03 Desember 2021 - 21:45
kali dibaca
Ket Foto : Ilustrasi. (INT)

Mediaapakabar.com
Ekspor dan Impor melalui pelabuhan muat di wilayah Sumatera Utara pada Oktober 2021 lalu nilainya mengalami kenaikan. Jika dibandingkan pada September 2021, untuk ekspor dari US$1,06 miliar menjadi US$1,10 miliar atau naik sebesar 3,70 persen. 

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara (Sumut), Syech Suhaimi mengatakan, bila dibandingkan dengan Oktober 2020, ekspor Sumut mengalami kenaikan sebesar 42,72 persen. Untuk golongan barang yang mengalami kenaikan nilai ekspor terbesar Sumut pada Oktober 2021 terhadap September 2021 adalah golongan lemak & minyak hewan/nabati sebesar US$68,96 juta (14,18 persen).


Sementara, ekspor ke Tiongkok pada Oktober 2021 merupakan yang terbesar yaitu US$187,22 juta diikuti Amerika Serikat sebesar US$122,20 juta dan India sebesar US$64,74 juta dengan kontribusi ketiganya mencapai 34,01 persen," katanya, Jumat (3/12/2021).


Syech menjelaskan, untuk kelompok negara utama tujuan ekspor pada Oktober 2021, ekspor ke kawasan Asia (di luar ASEAN) merupakan yang terbesar dengan nilai US$385,24 juta (35,01 persen). 


"Sedangkan nilai impor melalui Sumatera Utara Oktober 2021 atas dasar CIF (cost, insurance & freight) sebesar US$458,24 juta atau naik sebesar 14,14 persen dibandingkan September 2021 yang mencapai US$401,46 juta," ujarnya.


Jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya, nilai impor mengalami kenaikan sebesar 26,53 persen. Nilai impor menurut golongan penggunaan barang Oktober 2021 dibanding September 2021, barang modal naik sebesar 84,71 persen, dan bahan baku/ penolong naik sebesar 12,95 persen sedangkan barang konsumsi turun sebesar 24,88 persen.


"Pada Oktober 2021, golongan barang yang mengalami kenaikan nilai impor terbesar adalah bahan bakar mineral sebesar US$40,06 juta (73,61 persen)," jelasnya.


Lebih lanjut, untuk nilai impor Oktober 2021 dari Tiongkok merupakan yang terbesar yaitu US$137,17 juta dengan perannya mencapai 29,93 persen dari total impor Sumatera Utara, diikuti Singapura sebesar US$66,75 juta (14,57 persen) dan Malaysia sebesar US$64,39 juta (14,05 persen). (IK)

Share:
Komentar

Berita Terkini