-->
    |
Follow Us :

Selama 2020, Kejari Medan Tuntut Mati 7 Pelaku Narkotika

Kali Dibaca
Kajari Medan, Teuku Rahmatsyah (dok :apk)

Mediaapakabar.com Medan- Selama tahun 2020, Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan telah menuntut mati tujuh orang pelaku kejahatan narkotika.

Hal itu disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Medan, Teuku Rahmatsyah melalui Kepala Seksi (Kasi) Intelijen, Bondan Subrata dalam keterangan tertulisnya, Rabu (23/12/2020).

"Dituntut pidana mati ada sebanyak 7 orang. Semuanya pelaku kejahatan narkotika yang didakwa melanggar Pasal 114 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009. Mereka adalah Faisal Hasibuan, M Yani, Syamsul Bahri alias Syamsul, Ponisan, Abadi Samad, Marzuki Ahmad alias Tengku dan Zulkifli," kata Bondan.

Bondan menjelaskan di bidang tindak pidana umum, selama tahun 2020 Kejari Medan telah menerima 3.209 SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan) dan 2.841 telah menjadi berkas perkara.

"Untuk jumlah denda dan biaya perkara tilang yang telah berhasil disetor ke kas negara sejumlah Rp2,1 miliar lebih," cetus Bondan.

Sementara itu di bidang lainnya seperti intelijen sebagai langkah preventif penegakan hukum dilaksanakan giat penyadaran hukum melalui penyuluhan jaksa masuk sekolah, jaksa menyapa dan video pendek penyuluhan hukum.

"Dimana keseluruhan kegiatan dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19 melalui sarana virtual sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid-19," ujar Bondan.

Di bidang tindak pidana khusus, lanjut Bondan, jumlah penyelamatan keuangan negara melalui Uang Pengganti (UP) yang telah disetor ke kas negara sejumlah Rp1,3 miliar lebih dan denda sebanyak Rp150 juta.

"Pada bidang barang bukti jumlah yang telah disetor ke negara dari hasil lelang barang rampasan sebesar Rp1,2 miliar lebih," jelas Bondan. 

Selanjutnya di bidang perdata dan tata usaha negara, jumlah penyelematan/pemulihan keuangan negara selama tahun 2020 senilai Rp103 miliar lebih.

"Kejari Medan melaksanakan penegakan hukum dengan menyeimbangkan tindakan pencegahan/preventif dan represif sebagaimana arahan Jaksa Agung Republik Indonesia. Hal itu terbukti berhasil meningkatkan capaian kinerja penegakan hukum khususnya di Kota Medan," tandas Bondan. (dian) 
Area lampiran
Komentar

Berita Terkini