Diduga Korupsi ADD TA 2016, Kades Batahan Madina Ditangkap Polda Sumut

armen
Selasa, 25 Agustus 2020 - 17:44
kali dibaca




Mediaapakabar.comKepala Desa Pasar Batahan Kec Batahan Kab Madina, ditangkap penyidik Sudbit III/tipikor Ditreskrimsus Poldasu  terkait dugaan korupsi pembangunan Gedung TPA (Taman Pendidikan Alquran) dan bangunan pelengkap yang bersumber dari Dana Desa Pasar Batahan TA. 2016 sebesar Rp. 413.210.800.

Dirreskrimsus Poldasu Kombes Pol.Rony Santana melalui Kasubid Penmas Bid Humas Poldasu AKBP MP Nainggolan mengatakan, Kepala Desa Pasar Batahan Kec Batahan Kab Madina berinisial FSR (37) warga Kuala Batahan Kec Batahan ditangkap pada Jumat (14/8) terkait dugaan korupsi Anggaran Dana Desa (ADD) yang bersumber dari APBN Ta 2016 untuk pembangunan TPA dan bangunan pendukung lainya yang berlokasi di Desa Pasar Batahan Kec. Batahan Kab. Madina.
“Berdasarkan Laporan Perhitungan Kerugian Keuangan Negara dari BPKP Perwakilan Provinsi Sumatera Utara pada tanggal 12 Pebruari 2020 bahwa terkait pelaksanaan APBDes Pasar Batahan Kec. Batahan Kab. Madina TA. 2016, terdapat kerugian keuangan Negara sebesar 413.220.466,59,” urai MP Nainggolan, Selasa (26/8).
Nainggolan menjelaskan, pada tahun 2016 Desa Pasar Batahan telah menerima dana Alokasi Dana Desa (ADD) yang bersumber dari ABPD Kab. Madina TA. 2016 sebesar Rp. 78.000.000, dan Dana Desa (DD) yang bersumber dari APBN TA. 2016 sebesar Rp. 604.381.985.
Dana itu untuk beberapa kegiatan termasuk diantaranya pembangunan Taman Bacaan Alquran (TPA) dan bangunan pendukung lainnya.
“Akan tetapi, pada pelaksanaan APBDes Desa Pasar Batahan TA. 2016, diketahui adanya kegiatan fisik yang belum selesai dikerjakan namun telah dilakukan penyerapan anggaran yaitu pembangunan Gedung TPA (Taman Pendidikan Alquran) dan bangunan pelengkap yang bersumber dari Dana Desa Pasar Batahan TA. 2016 sebesar Rp. 413.210.800, dengan kesimpulan bahwa adanya kelebihan pembayaran sebesar Rp. 215.518.584,08,” jelasnya.
Dalam kasus ini,Penyidik menyita barang bukti antara lain, 1 exemplar buku tabungan Desa Pasar Batahan Bank Sumut atas nama Desa Pasar Batahan, 1 lembar Rekening Koran Tabungan Bank Sumut atas nama Desa Pasar Batahan periode Januari 2016 s/d Desember 2016
Kemudian 1 lembar Rekening Koran Tabungan Bank Sumut atas nama Desa Pasar Batahan periode Januari 2017 s/d Maret 2017, 4 lembar Surat Perintah Pencairan Dana, Laporan Pertanggung jawaban Penggunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2016 Desa Pasar Batahan Kecamatan Batahan Kabupaten Mandailing Natal.
“Terhadap tersangka FSR dipersalahkan melanggar pasal 2 Subs Pasal 3 Undang-Undang RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah menjadi Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp 200 Juta dan paling banyak Rp 1 miliar,”pungkasnya(dn)
Share:
Komentar

Berita Terkini