|

Tegas! Tiongkok Klaim Perairan Natuna, TNI Siaga Alutsista Perang

Kali Dibaca



Presiden Joko Widodo (ketiga kanan) bersama Menko Polhukam Luhut Panjaitan (kedua kiri), Sekretaris Kabinet Pramono Anung (kanan) dan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (kedua kanan) meninjau KRI Imam Bonjol 383 usai memimpin rapat rapat terbatas tentang Natuna di atas kapal perang tersebut saat berlayar di perairan Natuna, Kepulauan Riau, 23 Juni 2016. KRI Imam Bonjol adalah kapal yang digunakan Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) untuk menangkap kapal Cina yang diduga menangkap ikan di perairan Natuna beberapa waktu lalu. Antara/Setpres-Krishadiyanto
Mediaapakabar.com-TNI melakukan siaga penuh di Natuna, kepulauan Riau. Hal itu menyusul klaim dari Tiongkok yang menyebut perairan Natuna masuk wilayahnya.
"TNI siagakan Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) matra laut dan matra udara yang sudah tergelar di sekitar perairan Natuna," kata Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Sisriadi di Jakarta, Jumat (3/1/2020).
Ia menjelaskan TNI juga meningkatkan meningkatkan sistem penginderaan dan sistem deteksi dini. Hal itu agar tidak terjadi lagi kapal dari Tiongkok yang masuk perairan Natuna.
"Bukan hanya Alutsista berupa kapal-kapal, tapi juga pesawat. Kami siaga penuh," jelas Sisriadi.

Menurutnya, penggunaan armada-armada tempur TNI berdasarkan prinsip pengerahan secara ekonomis (economy of force). Prinsip itu berupa pengerahan Alutsista sesuai perkembangan situasi dan kebutuhan.
Dia menambahkan TNI akan mengaktifkan Pusat Informasi Maritim, yang berlokasi di Markas Korps Armada RI I, Jakarta. Bila fasilitas itu sudah aktif, setiap pergerakan yang melanggar teritori di laut bisa diketahui.
"Untuk medeteksi dan identifikasi setiap wahana laut yang masuk ke perairan kita," tutup Sisriadi.


Sumber: Suara Pembaruan

Komentar

Berita Terkini