|

Dua WN Malaysia Divonis 16 dan 17 Tahun Penjara di PN Medan

Kali Dibaca
Kedua terdakwa mendengarkan putusan
Mediaapakabar.com-Selundupkan 6 kilogram sabu ke Indonesia, dua Warga Negara (WN) Malaysia, Yeap Bee Lun (55) dan Ong Cho Peen (56) masing-masing dijatuhi hukuman selama 16 dan 17 tahun penjara.

Putusan itu dibacakan Ketua Majelis Hakim, Jarihat Simarmata di ruang Cakra 7 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (18/12/2019).

"Menghukum terdakwa Yeap Bee Lun selama 16 tahun penjara denda Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan serta terdakwa Ong Cho Peen selama 17 tahun penjara denda Rp2 miliar subsider 1 tahun kurungan," pungkas Jarihat.

Menurut majelis hakim, perbuatan kedua terdakwa terbukti melanggar Pasal 114 Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Putusan itu sendiri lebih rendah setahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dwi Meily Nova yang masing-masing menuntut terdakwa selama 17 dan 18 tahun penjara.

Menanggapi putusan tersebut, baik kedua terdakwa maupun jaksa menyatakan pikir-pikir.

Dikutip dari dakwaan jaksa disebutkan kasus ini berawal pada 30 Juni 2019, BNN Sumut mendapat informasi dari masyarakat tentang adanya penyelundupan sabu melalui wilayah perairan Selat Malaka di Sumatera Utara, oleh WN Malaysia menggunakan kapal speedboat. 

"Selanjutnya petugas BNN bersama dengan Kanwil Bea dan Cukai Sumut melakukan penyelidikan," ucap jaksa.

Lanjut jaksa, pada 1 Juli 2019 sekira pukul 23.00 WIB, tim gabungan melakukan penyergapan terhadap 1 unit kapal speedboat, di perairan utara Gosong Sibunga-bunga, Kabupaten Sergai yang dibawa oleh kedua terdakwa.

Saat dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti berupa 6 bungkus plastik berisi sabu, dengan berat keseluruhan 6 kilogram.

Dari hasil pemeriksaan, barang haram tersebut diperoleh kedua terdakwa dari seorang laki-laki keturunan India, atas perintah bos kedua terdakwa bernama Atan (DPO). Sabu tersebut rencananya, diantar kepada orang Indonesia yang tidak mereka kenal di wilayah perairan Malaysia dan Indonesia. 

"Dalam mengantar sabu tersebut, kedua terdakwa mendapat upah dari Atan sebesar 10.000 ringgit Malaysia," tandas jaksa. (dian)

Komentar

Berita Terkini