|

Dituding Pungli DD, Camat Parmonangan Angkat Bicara

Kali Dibaca


Teks Poto : Camat Parmonangan Junjungan Silaban.(Dok

Mediaapakabar.com-Camat Parmonangan Kabupaten Tapanuli Utara ( Taput) Junjungan Silaban akhirnya angkat bicara terkait pemberitaan beberapa media online yang menyatakan dirinya melakukan Pungutan Liar (Pungli) pada  beberapa Kepala Desa (Kades) di Parmonangan.

Junjungan Silaban menegaskan tidak terima atas tudingan pemberitaan media online suarasumatera.com yang dalam pemberitaannya menyebut  disinyalir dirinya melakukan Pungli pada  beberapa oknum Kades di Kecamatan Parmonangan saat pengurusan Surat Pertanggungjawaban (SPj) Dana Desa (DD) tahun 2017-2018.

" Ada baiknya dikonfirmasi dulu dengan saya atas tudingan itu, kalau memang wartawannya yang sudah saya tau beretika dan  profesional,"  kata Junjungan Silaban kepada mediaapakabar.com, Rabu (25/12) di kediamannya di Siborong-borong.

Junjungan menceritakan, saat SMS Whats App (WA) dari oknum wartawan suarasumatera.com berinisial PL masuk ke Handpone nya yang pada saat itu dipegang istrinya. Istrinya pun langsung menghubungi dirinya.

Oleh istrinya lalu membacakan isi SMS tersebut yang isinya, " Yth, camat Parmonangan, izin konfirmasi/ketemu. Beredar informasi dari masyarakat bhw bapak camat diduga telah melakukan kutipan berdalih penandatangan SPj Dana Desa sebesar Rp. 4 juta per kepala desa.
Kira2 apakah itu benar pak camat?
Terimah kasih. Mohon izin tanggapannya pak camat?
Dari Patar Lumban Gaol wartawan suarasumatera.com"


" Saya tidak ada menanggapi SMS WA itu, saya suruh istri saya sms balik, kebetulan pada saat itu saya memimpin rapat. Datang tgl 25 ke Siborong-borong pak. Ok pak camat jawabnya. Waktu SMS itu pukul 15.53 Wib," jelas camat sambil menunjukkan isi SMS WA tersebut.

Mereka datang kerumah saya tanggal 24 Desember 2019 sekira pukul 11.00 Wib saat berita sudah terbit.

" Saya tidak mengerti atas kedatangan mereka. Padahal saya bilang melalui SMS WA tanggal 25 Desember 2019. Pada saat itu suasana memanas dan terjadi adu mulut atas pemberitaan itu," tegas Junjungan.

Mereka sempat bilang kepada saya untuk menghubungi redaksi mereka agar menghapus berita tersebut." Saat itu juga perang urat saraf pun terjadi. Tapi saya masih bisa tenang, karena saya tidak bersalah," ucapnya.

Sambungnya, disisi lain pemberitaan itu, kok mereka tidak mau sebut nama atau inisial Kades yang memberikan informasi itu kepada mereka.“Jangan mengada-adalah, kalau memang saya ada meminta uang sebesar Rp. 4 Juta dari Kades untuk memuluskan pengurusan SPj tahun 2017-2018 sesuai pemberitaan itu, saya akan bayar lima kali lipat untuk itu”.

" Tidak ada niat lain mengajak mereka datang kerumah saya tanggal 25 Desember. Hanya sebatas silaturahmi karena dalam suasana natalan. Intinya, dikonfirmasi dululah baru diberitakan. Jangan diberitakan tanpa komfirmasi baru datang untuk menjumpai, ada apa," kata Junjungan didampingi istri tercintanya. (Win)
Komentar

Berita Terkini