![]() |
| Ist |
Keduanya yakni yakni Bonano Yogi Napitupulu dan Antoni Marbun saat diwisuda di Auditorium USU, Kampus USU, Medan, Jumat (6/9/2019).
Kehadiran keduanya dalam prosesi wisuda diwakili pihak masing-masing keluarganya. Keduanya bagian dari 824 mahasiswa yang diwisuda Rektor USU, Runtung Sitepu di Auditorium USU, Jalan Dr Mansyur, Medan. Bertindak mewakili mendiang Bonano kakak kandungnya, Ghintar Napitupulu, sedangkan mendiang Antoni diwakili kakaknya, Leonard Marbun.
“Atas nama pimpinan dan segenap keluarga besar USU, saya mengucapkan turut berdukacita kepada orang tua dan keluarga kedua mahasiswa yang hadir dalam kesempatan ini. Semoga keduanya mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa," sebut Runtung saat dilansir dari Sinbdo News, Sabtu (7/9/219).
Dikatakan Runtung, begitu mendapat kabar duka tersebut, dia menyampaikan ke Wakil Rektor I segera menyelesaikan ijazah untuk diserahkan kepada keluarga. Hal ini sebagai bentuk turut duka cita atas meninggalnya dua mahasiswa yang telah menyelesaikan ujian skripsi tersebut "Sebenarnya semua tugas telah selesai, tinggal pencetakan ijazah saja," ujarnya.
Terkait dengan pemberian ijazah ini, Leonard Marbun menyampaikan terima kasih kepada USU. Dia mengatakan pihak keluarga sebenarnya berat untuk datang karena masih berduka. Tetapi Leonard menguatkan diri untuk hadir, karena sang adik ternyata menorehkan prestasi selama kuliah.
“Orang tua tidak sanggup menjemput ijazah, tapi saya merasa ini prestasi adik saya yang cumlaude,” kata Leonard. Ucapan senada juga disampaikan Ghintar Napitupulu. “Ini akan kita jadikan kenang-kenangan sebagai penghargaan untuk adik
saya, Bonana,” ujar Ghintar.
Bonano dan Antoni meninggal dunia setelah tersapu ombak saat berada pinggiran pantai di Tapak Tuan, Aceh Selatan, pada 23 Agustus lalu. Keduanya berada di daerah tersebut dalam rangka melaksanakan survei dari salah satu lembaga.(ni)
