![]() |
| Ist |
"Untuk hari kelima Operasi Patuh Toba yang dilaksanakan di jajaran Polda Sumut, petugas mencatat kendaraan yang di tilang naik 51,06% dari tahun sebelumnya," kata Kasubbid Penmas Polda Sumatera Utara, AKBP MP. Nainggolan saat dilansir dari Analisa Daily, Selasa (3/9/2019).
Nainggolan menuturkan dari 2.698 kendaraan yang di tilang petugas terdiri dari 2.073 sepeda motor, 297 mobil penumpang, 90 mobil bus dan 238 mobil barang.
"Dari kendaraan bermotor yang kena tilang, pengendara sepeda motor lebih mendominasi dalam pelanggaran lalu lintas," tuturnya.
Selain perkara tilang, petugas juga mencatat jumlah kecelakaan lalu lintas meningkat dari tahun sebelumnya. Selama lima hari pelaksanaan Operasi Patuh Toba 2019 sudah ada 11 kasus laka lantas.
"Dari 11 kasus kecelakaan lalu lintas tersebut dua orang meninggal dunia. Sementara luka berat tercatat ada enam orang dan luka ringan ada 12 orang," terang Nainggolan.
Nainggolan mengimbau kepada masyarakat agar selalu mematuhi peraturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan dalam berlalu lintas.
"Kami mengimbau kepada masyarakat agar selalu disiplin dalam berlalu lintas dan mengutamakan keselamatan saat berkendara. Jangan lupa membawa surat-surat kendaraan," imbaunya.
Untuk diketahui, dalam pelaksanaan Operasi Patuh Toba 2019 ini, Polda Sumatera Utara menekankan 8 prioritas pelanggaran yaitu, menggunakan handphone saat mengendarai, mengemudi dalam keadaan mabuk atau mengkonsumsi narkoba, tidak menggunakan helm SNI, mengendarai di luar batas kecepatan, melawan arus saat mengemudi, mengemudi di bawah umur, tidak menggunakan sabuk pengamanan atau safety belt saat mengemudi dan menggunakan lampu rotator atau strobo.
Operasi Patuh Toba 2019 dilaksanakan selama 14 hari, terhitung mulai 29 Agustus sampai 11 September 2019.(ni)
