![]() |
| Ist |
Dilansir dari Kompas, Kamis (26/9/2019), seluruh penumpang yang terdiri dari 222 penumpang dan 12 awak pesawat meninggal akibat kecelakaan itu.
Direktur Utama Garuda Soepandi dalam keterangan persnya menyebutkan, pesawat yang dipiloti Capt. Rachmo Wiyogo (40) meninggalkan Bandara Cengkareng pada pukul 11.30 WIB.
Pesawat dengan nomor penerbangan GA 152 tersebut dijadwalkan akan tiba di Bandara Polonia, Medan pukul 13.58 WIB. Namun, sekitar 30 kilometer dari Bandara Polonia, pesawat tersebut jatuh di tanah datar dan perbukitan, di dekat perkampungan.
Tidak sedikit pun bagian pesawat yang masih utuh. Semuanya hancur berkeping-keping dan hangus terbakar. Seluruh isi pesawat bercampur aduk dengan potongan tubuh manusia. Bagi Garuda, kecelakaan jenis A300-B4 merupakan yang pertama kalinya.
Kecelakaan ini juga menjadi kecelakaan pesawat terburuk di Tanah Air, setidaknya dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.(ni)
