Ledakan di Gudang Senjata Semarang, Disebabkan Ini....

Anonim
Sabtu, 14 September 2019 - 12:23
kali dibaca
Ilustrasi, Ist
Mediaapakabar.com- Karopenmas Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, memastikan ledakan di gudang senjata Markas Brimob, Srondol, Semarang, Jawa Tengah, disebabkan bom ranjau. Bom ranjau itu berukuran 55 cm dengan diameter 80 cm.

"Bom ranjau 55 cm dan diameter 80 cm. Ini yang memicu terjadinya ledakan di gudang barang bukti penyimpanan," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan,saat dilansir dari Kumparan, Sabtu (14/9/2019).

Saat ini, petugas dari Jibom, Gegana, hingga Inafis telah diterjunkan ke lokasi untuk olah TKP. Dari hasil olah TKP itu, baru akan diketahui pemicu utama ledakan.

"Langkah yang dilakukan sudah melakukan sterilisasi, kemudian fokus melakukan pendinginan, kemudian melakukan pendataan kembali apa yang jadi kerusakan sambil menunggu tim dari Jibom dan Gegana terbang ke Jateng untuk melakukan penjinakan kemudian sterilisasi," tuturnya.

"Kalau diketemukan tanda-tanda berbahaya, akan dilakukan disposal, tergantung situasi dan aspek keamanan," lanjutnya.

Dedi menjelaskan, dalam gudang tersebut banyak disimpan bom-bom sisa peninggalan Perang Dunia ke-2. Bom-bom tersebut merupakan bom yang ditemukan oleh masyarakat, kemudian diserahkan ke kepolisian untuk diamankan.

"Informasi sementara bom-bom sisa peninggalan Perang Dunia ke-2. (Bom) cukup tua dan tingkatnya (ledakan) cukup tinggi. Udara panas bisa jadi salah satu pemicu ledakan. Secara scientific akan akan diuji oleh Jibom dan Inafis," ujarnya.

Dedi juga menjelaskan pihaknya menerapkan SOP yang cukup ketat untuk menyimpan barang dengan daya ledak, khususnya untuk bom sisa peninggalan Perang Dunia ke-2. Apalagi bom yang usianya sudah tua itu cukup rentan, sehingga pola penyimpanannya dibedakan.

"Khusus penyimpanan barbuk, ada temuan dari masyarakat bom sisa Perang Dunia ke-2. Jadi SOP-nya harus terpisah karena memiliki tingkat resiko berbeda. Bom-bom tua ini cukup rentan, pola penyimpanannya berbeda," pungkasnya. (ni)
Share:
Komentar

Berita Terkini