BPS Papua Tidak Gelar Konferensi Pers Hari Ini, Simak Kejelasannya....

Anonim
Senin, 02 September 2019 - 15:55
kali dibaca
Ist
Mediaapakabar.com- Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan perwakilan BPS Papua tidak bisa mengikuti konferensi pers pada hari ini. Namun, ia menuturkan bahwa angka inflasinya tetap muncul karena pengolahannya sudah selesai dikerjakan.

"Kalau kita bicara di Papua itu diukur di dua kota yakni Jayapura yang alami deflasi 0,14 persen. Karena adanya penurunan harga bahan makanan yang hampir mirip di level nasional serta turunnya tarif angkutan udara di Jayapura," jelasnya saat dilansir dari Liputan6, Senin (2/9/2019).

Suhariyanto melanjutkan, di Merauke terjadi deflasi sebesar 0,18 persen karena penurunan bahan makanan dan makanan jadi. "Meskipun BPS Papua tidak melakukan rilis karena saya bilang ke teman-tetap waspada untuk tinggal dirumah tapi angka nya ada," imbuhnya.

Sementara untuk dampak kerusuhan, pria yang akrab disapa Kecuk ini menuturkan kantor BPS di sana baik-baik saja, namun kantor disebelahnya yakni Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengalami kerusahan.

"Alhamdulilaah kantor BPS oke tapi sebelahnya kantor KPU habis dan kerusakaannya (kantor BPS) beberapa kaca jendela pecah dan mobil pecah," ungkapnya.

Kecuk berharap, masyarakat Papua bisa meningkatkan rasa toleransi serta keberagaman. Sementara untuk dampak kerusuhan terhadap pertumbuhan ekonomi Papua, Kecuk mengaku belum bisa melihatnya.

"Dampaknya ke pertumbuhan ekonomi Papua belum bisa kita lihat tapi pada kuartal II 2019 kemarin tumbuhnya negatif 23 persen karena penurunan sektor pertambangan. Dampak kerusahannya ke pertumbuhan ekonomi kita belum tahu karena ini kan baru tapi gak signifikan," pungkasnya.(ni)
Share:
Komentar

Berita Terkini