![]() |
| Ist |
Dilansir dari Kompas, Minggu (18/8/2019) pada zaman penjajahan, untuk menemukan makanan yang enak merupakan hal yang sangat sulit. Apalagi bagi para pejuang yang membela bangsa di medan perang. Bisa mengisi perut dengan makanan sederhana sangat disyukuri oleh para penjuang.
Bagi mereka, makan nasi dengan sebuah kerupuk menjadi hal yang sangat nikmat. Kerupuk dan nasi pun menjadi santapan favorit para pejuang. Maka dari itu, tidak heran jika setiap tanggal 17 Agustus, makan kerupuk menjadi perlombaan yang selalu dinantikan banyak orang.
Selain dapat mengingat jasa para pejuang, lomba makan kerupuk juga mengandung makna perjuangan dan semangat dengan rasa percaya diri yang tinggi. Dengan mengikuti lomba makan kerupuk, maka masyarakat secara tidak langsung dapat mempererat rasa persatuan satu sama lain.
Para peserta juga dapat memupuk rasa bersyukur atas rezeki yang telah diberikan oleh Tuhan, serta rasa syukur atas kemerdekaan yang kini dapat dirasakan. Seperti halnya kerupuk, toko kelontong juga erat dengan Indonesia. Toko kelontong sudah menjadi bagian dari sejarah Indonesia sejak dulu dan amat melekat dengan masyarakat kita. Jadi, kamu bisa merasakan sendiri keseruan dari lomba Kerupuk ini di dekat rumah.(ni)
