![]() |
| Ist |
Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal mengatakan, pihaknya optimis bisa mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Terlebih, untuk melihat pelaku dari Closed Circuit Television (CCTV) dan sketsa wajah.
"Kita sedang bekerja, tidak boleh pesimis, harus coba lagi, strategi lagi, kita optimis," kata Iqbal saat dilansir dari Liputan6, Kamis (8/8/2019).
Selain itu, Iqbal mengaku, dalam mengungkap kasus ini pihaknya tak henti-henti mengeksplor tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa para saksi. Karena TKP tersebut hal yang penting untuk menemukan barang bukti.
"Terus juga kita akan mendalami kembali pendalaman CCTV, karena CCTV itu merupakan hal yang sangat penting kali ini karena tim teknisnya lengkap komprehensif, dari semua personil terbaik poin yang harus kita dalami selain saksi, CCTV gitukan," jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga telah bekerjasama dengan Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Dukcapil) dan tim Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) yang memiliki peralatan canggih.
"Dari CCTV itu kita petakan, sketsa wajah yang sudah pernah diekspolore kepada masyarakat, masyarakat juga kita akan kembali analisa, dan dukcapil karena orang-orang yang saya kira identik terdekat, ini yang kita elaborasikan," ungkapnya.(ni)
