![]() |
| Analist Keuangan Sumut,Gunawan Benjamin. Ist |
Sebab, jika pasar keuangan ikut terkena dampaknya, otomatis bukan hanya di Papua yang akan mendapat imbas. Namun menjadi catatan nasional, termasuk dibeberapa Provinsi termasuk Sumatera Utara.
Analist Keuangan Sumut, menilai, hingga saat ini kerusuhan yang terjadi di Papua belum mempengaruhi pasar keuangan. Sebab Papua bukanlah kota pusat ekonomi. Namun bisa saja terjadi jika kondisi kerusuhan terus berlanjut.
"Sejauh ini, saya menilai kerusuhan di Manokwari, Papua tidak akan mempengaruhi kondisi pasar keuangan nasional. Hingga saat ini kinerja pasar keuangan kita masih dipengaruhi oleh sejumlah sentimen eksternal, seperti ekspektasi terkait apa yang akan disampaikan oleh Gubernur The Fed terhadap perkembangan ekonomi AS," katanya, Rabu (21/8/2019).
Walau tidak terpengaruh. Dia menilai, kerusuhan tersebut sebaiknya tidak berlarut larut, sebab meskipun belum mengganggu ekonomi nasional, namun aktifitas ekonomi regional bisa saja terpengaruh dengan kerusuhan tersebut.
"Yang paling dipengaruhi adalah adanya gangguan terhadap sejumlah perusahaan yang ada di bursa
. Baik perusahaan yang terganggu secara langsung maupun tidak langsung," ujarnya.
Sampai sejauh ini baik rupiah dan IHSG sama sama bergerak stabil dengan kecenderungan mengalami penguatan. Sehingga tidak perlu dikuatirkan terlalu jauh. Karena sentimennya masih cukup baik.
"Manokwari memang bukan jantung dari ekonomi nasional. Akan tetapi kita harus belajar dari Hongkong, dimana aksi demonstrasi yang terjadi belakangan secara terus menerus dengan eskalasi yang meningkat, membuat mata uang dan sahamnya ikut terpengaruh," pungkasnya. (abi)
