![]() |
| Ist |
"Musibah ini membuat saya, anak dan istri trauma berat. Bahkan istri saya sampai saat ini belum berani bekerja karena takut," kata Asnawi Luwi saat dilansir dari Antara, Sabtu (3/8/2019) malam.
Biasanya, sang istri yang berprofesi sebagai bidan di sebuah lembaga kesehatan di Aceh Tenggara tersebut melaksanakan tugasnya secara ruutin. Akan tetapi sejak kejadian yang lalu hingga saat ini belum berani bekerja, karena khawatir akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Tidak hanya itu, anaknya yang masih duduk di usia sekolah dasar juga harus dititipkan pada anggota keluarga yang lain agar lebih aman saat pergi ke sekolah, dan dalam pengawasan keluarga karena khawatir akan menjadi sasaran amarah pelaku terhadap sang anak.
Asnawi Luwi juga meyakini peristiwa kebakaran yang dia alami tersebut adalah murni tindak pidana dan diduga sengaja dibakar. Hal itu diduga terkait tugas jurnalistik yang selama ini dia jalankan di Kabupaten Aceh Tenggara, guna mengungkap sejumlah kasus seperti tindak pidana korupsi, narkoba, judi, kerusakan hutan, kerusakan badan jalan serta sejumlah perkara lain yang merugikan keuangan negara.
Meski berhasil selamat saat musibah kebakaran terjadi pada Selasa dini hari lalu, ia mengakui peristiwa tersebut membuat ia bersama seluruh anggota keluarga trauma dan ketakutan.
Bahkan untuk sementara waktu, ia memilih untuk istirahat dari rutinitasnya sebagai pewarta karena masih khawatir dengan keselamatan dirinya dan anggota keluarga. (ni)
