![]() |
| Pihak Rumah Sakit Adam Malik sedang menggendong bayi kembar siam tersebut. Doc.apkabar |
Serah terima keduanya, dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Taput, orangtua, perwakilan Dinas Kesehatan Sumut, dan Direktur Utama RSUP H Adam Malik, Senin (26/8). Tampak hadir Direktur Medik dan Keperawatan RSUP H Adam Malik dr Zainal Safri SpPD SpJP, Kadisos Taput Irwan Hutabarat, Dirut RSUD Tarutung dr Janri Nababan MM dan tim dokter.
Direktur Utama RSUP H Adam Malik, dr Bambang Prabowo MKes mengaku bahagia bisa menyerahkan kedua bayi kepada orangtuanya dalam keadaan sehat. Menurutnya, hal ini merupakan sumbangsih RS Adam Malik kepada pemerintah Sumut.
"Saya serahkan kepada pemerintah Taput untuk dipantau dan dirawat. Karena kasus ini satu dari seribu kasus. Jadi kita apresiasi pada tim dokter yang telah menangani ananda-ananda kita ini," ucapnya.
Bambang menjelaskan, semenjak dirinya menjabat sebagai Direktur Utama, RS Adam Malik telah beberapa kali melakukan operasi besar. Antara lain transplantasi, transplantasi ginjal, dan pemisahan bayi kembar siam. "Untuk pemisahan bayi kembar siam sudah dua kali. Pertama Sahira dan Fahira, kemudian Adam dan Malik," jelasnya.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Taput Alexander Gultom SKM MKM sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada tim dokter RS Adam Malik karena telah merawat dua warganya dengan baik. Menurutnya juga, RS Adam Malik telah mengukir prestasi yang membanggakan.
"Ini prestasi yang sangat luar biasa. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih kepada pihak rumah sakit. Kiranya jasa dari bapak ibu sekalian menjadi amal ibadah yang terbaik untuk semuanya," ujarnya.
Alexander mengaku, saat pihaknya mendapatkan informasi mengenai pembiayaan, Pemkab Taput langsung memberikan bantuan. Bantuan itu kata dia, diserahkan pada bulan Juni lalu kepada keluarga, sebesar Rp57 juta.
"Dan kita juga terus berkoordinasi hingga proses pemisahannya dilakukan. Ke depannya juga, kami akan terus berkomunikasi dengan keluarga mengenai kesehatannya," pungkasnya.
Tindakan ke depan, pihaknya akan memerintahkan Bidan Desa Manalu Purba untuk memantau perkembangan bayi ini minimal sekali dua hari. "Paling tidak selama satu tahun ke depan tetap akan dipantau oleh pemerintah kabupaten," ujarnya.
Kasubag Humas RSUP H Adam Malik, Rosario Dorothy Simanjuntak MIKom menambahkan jumlah biaya perawatan dan operasi Adam dan Malik mencapai Rp412 juta. "Biaya itu terhitung dari awal masuk pasien bulan November 2018 hingga saat ini. Biaya itu akan diklaim ke BPJS dan sisanya rumah sakit yang menanggung," sebutnya.
Sementara itu orangtua bayi, Nurida br Sihombing didampingi suaminya Juliadi Silitonga mengaku senang dengan kepulangan kedua anaknya. Hal ini sebutnya, memang sudah lama dinantikan oleh keluarga.
"Senang sekali, nggak bisa berkata-kata. Sudah 9 bulan disini, akhirnya bisa pulang ke kampung halamannya di Desa Manalu Purba, Kecamatan Parmonangan, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput)," ungkapnya.
Nurida menyebutkan, kepulangan anak ke tiga dan keempatnya ini juga nantinya akan disambut oleh warga desanya. Acara penyambutan akan dilangsungkan, ketika mereka nantinya telah sampai di kampung halaman.
"Rencana besok pulangnya. Sesampainya nanti, Adam dan Malik akan di upa-upa di kampung," jelasnya. Kendati begitu, Nurida mengaku, bayinya masih akan melakukan perobatan rutin di rumah sakit setempat sebulan sekali.
Hal ini untuk mengecek perkembangan kondisi luka mereka, pasca operasi pemisahan dilakukan. "Semoga anak saya ini nanti bisa menjadi dokter supaya bisa menolong orang lain," harapnya.(ogi bukit)
