Kapolri Dan Menkeu Tinjau Sabu 1,6 Ton Di Batam

Media Apakabar.com
Minggu, 25 Februari 2018 - 19:00
kali dibaca

Mediaapakabar.com--Kapolri didampingi Menteri Keuangan meninjau tangkapan sabu terbesar di Batam1,6 ton untuk jumpa pers pada Jumat (23/02/2018).  

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengucapkan selamat dan terimakasih atas keberhasilan Tim gabungan menggagalkan 1,6 Ton Sabu yang dikemas bentuk Teh Cina

Ia mengatakan, upaya tersebut telah menyelamatkan 8 juta anak bangsa dari penyalahgunaan narkoba. 

“ Dengan seringnya barang penyelundupan narkotika yang masuk Batam menjadi upaya kerjasama akan terus dilakukan dengan TNI, BNN, Bea Cukai dan unsur keamanan lainnya.”  ujar Kapolri. 

Menurutnya, perlu penegakan hukum yang tegas supaya bandar tidak mau mencoba mengedarkan narkotika di Indonesia. 

Sementara Menteri Keuangan, Sri Mulyani, melihat faktor ekonomi Indonesia yang menengah, para bandar narkoba melihat pasar di Indonesia mempunyai peluang untuk narkoba, frekuensi bandar narkoba pun semakin besar mencoba masuk ke Indonesia melalui perairan.

“Kepulauan Riau mejadi sangat rawan penyelundupan narkoba melalui perairan karena perbatasan dengan negara tetangga. Untuk itu dibutuhkan kekompakan unsur keamanan negara.” jelas Sri. 

Sri Mulyani menambahkan, perlu dicurigai apabila terdapat kapal berukuran besar dengan ABK yang sedikit kemudian tidak ada aktifitas menangkap Ikan di Laut, segera laporkan ke pihak yang berwajib. 

“Selain upaya dari pihak komponen berbagai institusi, kerjasama dengan unsur Muspida dan Masyarakat juga sangat penting.” tuturnya. 

Seperti diketahui, penangkapan barang bukti Narkoba yang diangkut MV Min Lian Yu Yun 61870 kapal berbendera Singapura di perairan Karang Helen Mars berdekatan dengan Karang Banteng Anambas, Kepulauan Riau, Selasa (20/02/2018). 

Direktorat Narkoba Bareskrim Polri mendapat informasi akan ada penyelundupan narkoba dalam jumlah besar via laut dengan menggunakan kapal nelayan dari China masuk ke wilayah Indonesia. 

Kemudian dibentuk Satgas Gabungan yaitu Tim Satgassus Polri oleh Direktorat Narkoba Bareskrim Polri, Polda Metro Jaya dan Bea Cukai Pusat dengan sandi Ops Ombak Laut dipimping oleh Brigjen Pol Eko Daniyanto, Dir Narkoba Bareskrim Polri.

Tim dibentuk menjadi 4, yaitu Tim 1 gabungan Mabes Polri dan Polda Metro Jaya di Hotel Orchard Bandara Soekarno Hatta. Tim 2 dan 3 gabungan Mabes Polri dan Polda Metro Jaya di Hotel Soul Marina dan Hotel Jayakarta Anyer. 

Kemudian Tim 4 gabungan Mabes Polri dan Bea cukai Pusat bertugas khusus di Laut (perairan Selat Natuna dan Selat Phillips). Selang 1,5 Bulan berlalu, penyelidikan oleh tim Satgassus Polri berakhir pada penangkapan MV Min Lian Yu Yun 61870 berbendera Singapura membawa 81 karung goni berwarna hijau dengan total berat 1.622 Ton Sabu. 

Tim menggeledah kapal dengan melibatkan unit K-9 milik Bea Cukai Batam. Dari penangkapan tersebut, 4 tersangka berkewarganegaraan China berinisial TH (43), TM (69), TY (33) dan LYH (63) beserta barang bukti telah diamankan Bareskrim Polri.   (rel)

Share:
Komentar

Berita Terkini