Mediaapakabar.com, Medan - Amaliun Foodcourt yang berada di Jalan Amaliun, tepat dibelakang Hotel
Madani Jalan Sisimangaraja dikatakan Helmi, Group Development Manager,
merupakan Tempat/Pusat jajanan yang juga menyediakan live music, yang
telah menjadi pioneer di bisnis Food & Beverages (F&b) sejak 17
tahun yang lalu.
Hal tersebut tentu saja masih berada dibawah naungan Garuda Plaza Hotel yang berdiri sejak dekade 1970an yang terus menambah lingkup bisnisnya demi mempekerjakan banyak anak Medan.
Jika diurut dari Pertama katanya group tersebut sebelum memiliki bisnis Hotel dan Foodcourt seperti kini, diawali dengan Percetakan yang bernama Percetakan Maju yang mencetak buku pelajaran sejak tahun 1970 di Jalan Al Falah, lalu berkembang ke Garuda Plaza Hotel yang juga masih terus memperbaiki sarana dan prasarananya, yang juga melingkupi kinerja karyawan maupun memiliki keunggulan lain seperti adanya label halal dari MUI pada makanan hotelya hingga saat ini.
Setelah Hotel tutur lelaki yang berperawakan tegap tersebut, bisnis groupnya berlanjut ke Rumah sakit Permata Bunda yang diikuti dengan dibukanya Klinik Permata Bunda. Baru kemudian Amaliun Foodcourt yang hingga kini setia menemani hari kamu dibuka.
Masih dengan alasan merekrut sebanyak-banyaknya pegawai sekaligus menyediakan tempat/penginapan bagi pengunjung yang silih berganti datang ke Kota Medan, bisnisnya kembali berkembang dengan dibukanya Garuda Citra Hotel, Wisma Garuda (hotel budget: hotel dengan fasilitas mewah dan harga yang murah, namun tanpa fasilitas makan di hotel) dan satu hotel disebelah Garuda Plaza Hotel, yang berlokasi tepat dibelakang Hotel Dhaksina.
Tak sampai di situ, yang terbaru Garuda Plaza Hotel Group memiliki usaha bernama G-Trans yang bergerak di bidang penyewaan mobil, serta sebelumnya pula telah ada Garuda Laudry dan Garuda Service.
“Kita berusaha mengembangkan hotel/infrastruktur yang sudah ada untuk menambah bisnis. Contohnya seperti adanya Garuda laundry dan Garuda service yang pada awalnya berdiri di luar konsep hotel, namun perlahan kita siapkan pula untuk menambah fasilitas hotel, walaupun mereka masing-masing telah memiliki kantor sendiri,” lanjut lelaki 35 tahun tersebut.
Masing-masing usaha katanya, belum memiliki cabang. Namun hingga kini pula prospeknya sangat bagus.
Kembali dicontohkannya seperti Amaliun foodcourt yang sejak 5 tahun terakhir bahkan sampai sekarang tetap konsisten menyediakan live music 3 kali seminggu di mana ada 7 band yang tampil dalam seminggu. Hal tersebut dikatakannya sebagai wadah untuk orang Medan berkreasi.
“Setiap jum’at malam ada 3 band. Sabtu dan Minggu masing-masing ada 2 band,” imbuhnya.
Tak hanya melulu tempat makan, di atas Amaliun Foodcourt teesebut juga ada meeting room dan convention room yang dipakai sebagai tempat rapat, lomba band juga lomba model. Sebutnya lagi, keunggulan-keunggulan tersebut layak dipertahankan demi melebarkan bisnis GPH group mendatang.
Yang paling berkesan kata Helmi yaitu Keistimewaan Group tersebut di mana koordinasi antar perusahaan tak terhambat karena berbasis kekeluargaan.
Hal tersebut tentu saja masih berada dibawah naungan Garuda Plaza Hotel yang berdiri sejak dekade 1970an yang terus menambah lingkup bisnisnya demi mempekerjakan banyak anak Medan.
Jika diurut dari Pertama katanya group tersebut sebelum memiliki bisnis Hotel dan Foodcourt seperti kini, diawali dengan Percetakan yang bernama Percetakan Maju yang mencetak buku pelajaran sejak tahun 1970 di Jalan Al Falah, lalu berkembang ke Garuda Plaza Hotel yang juga masih terus memperbaiki sarana dan prasarananya, yang juga melingkupi kinerja karyawan maupun memiliki keunggulan lain seperti adanya label halal dari MUI pada makanan hotelya hingga saat ini.
Setelah Hotel tutur lelaki yang berperawakan tegap tersebut, bisnis groupnya berlanjut ke Rumah sakit Permata Bunda yang diikuti dengan dibukanya Klinik Permata Bunda. Baru kemudian Amaliun Foodcourt yang hingga kini setia menemani hari kamu dibuka.
Masih dengan alasan merekrut sebanyak-banyaknya pegawai sekaligus menyediakan tempat/penginapan bagi pengunjung yang silih berganti datang ke Kota Medan, bisnisnya kembali berkembang dengan dibukanya Garuda Citra Hotel, Wisma Garuda (hotel budget: hotel dengan fasilitas mewah dan harga yang murah, namun tanpa fasilitas makan di hotel) dan satu hotel disebelah Garuda Plaza Hotel, yang berlokasi tepat dibelakang Hotel Dhaksina.
Tak sampai di situ, yang terbaru Garuda Plaza Hotel Group memiliki usaha bernama G-Trans yang bergerak di bidang penyewaan mobil, serta sebelumnya pula telah ada Garuda Laudry dan Garuda Service.
“Kita berusaha mengembangkan hotel/infrastruktur yang sudah ada untuk menambah bisnis. Contohnya seperti adanya Garuda laundry dan Garuda service yang pada awalnya berdiri di luar konsep hotel, namun perlahan kita siapkan pula untuk menambah fasilitas hotel, walaupun mereka masing-masing telah memiliki kantor sendiri,” lanjut lelaki 35 tahun tersebut.
Masing-masing usaha katanya, belum memiliki cabang. Namun hingga kini pula prospeknya sangat bagus.
Kembali dicontohkannya seperti Amaliun foodcourt yang sejak 5 tahun terakhir bahkan sampai sekarang tetap konsisten menyediakan live music 3 kali seminggu di mana ada 7 band yang tampil dalam seminggu. Hal tersebut dikatakannya sebagai wadah untuk orang Medan berkreasi.
“Setiap jum’at malam ada 3 band. Sabtu dan Minggu masing-masing ada 2 band,” imbuhnya.
Tak hanya melulu tempat makan, di atas Amaliun Foodcourt teesebut juga ada meeting room dan convention room yang dipakai sebagai tempat rapat, lomba band juga lomba model. Sebutnya lagi, keunggulan-keunggulan tersebut layak dipertahankan demi melebarkan bisnis GPH group mendatang.
Yang paling berkesan kata Helmi yaitu Keistimewaan Group tersebut di mana koordinasi antar perusahaan tak terhambat karena berbasis kekeluargaan.
