Tragedi Berdarah, Gegara Babi Berujung Maut, AG Tewas Ditembak

Media Apakabar.com
Minggu, 09 Agustus 2026 - 22:50
kali dibaca
foto: Pelaku tragedi berdarah diamankan pihak berwajib, Gegara Babi Berujung Maut, AG Tewas Ditembak

Mediaapakabar.com-
Gara-gara persoalan babi yang kerap masuk ke kebunnya, seorang petani berinisial IG (39) tega menembak tetangganya, AG, hingga tewas.

Korban ditembak dua kali menggunakan senapan angin setelah keduanya terlibat cekcok di Desa Gunung Baringin, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel). Peristiwa berdarah itu terjadi pada Sabtu (11/7/2026). Saat itu, korban mendatangi IG di depan warung milik Ama Wisi Giawa untuk menanyakan kematian ternak babinya yang diduga ditembak oleh pelaku.

Kasi Humas Polres Tapanuli Selatan, Iptu Agam Parlindungan, mengatakan persoalan tersebut kemudian berubah menjadi pertengkaran.

"Ketika berpapasan, korban disebut menyenggol bahu kiri IG sembari menanyakan persoalan ternak babinya yang mati," kata Agam, Sabtu (8/8/2026).

Keduanya kemudian membahas babi milik korban yang diduga mati ditembak saat masuk ke perkebunan milik IG. Adu mulut pun pecah hingga korban disebut mengeluarkan ancaman.

"Situasi memanas. Sambil mencabut sebilah pisau dari pinggangnya, korban sempat melontarkan ancaman, 'Sudah kau bunuh babiku, kubunuh kau nanti!'" ujar Agam.

Mendengar ancaman itu, IG mundur. Namun, senapan angin yang berada di tangannya justru diarahkan ke tubuh korban.

Dari jarak sekitar dua meter, IG kemudian menarik pelatuk. Peluru menembus bagian dada korban.

"Akibat tembakan tersebut, korban terluka kemudian berusaha menyelamatkan diri dengan berlari masuk ke rumah warga yang pintunya masih terbuka," jelas Agam.

Bukannya berhenti, IG malah mengejar korban. Senapan angin tersebut kembali diisi peluru.

Tak lama berselang, terdengar kembali letusan. Untuk kedua kalinya korban ditembak. Kali ini, peluru mengenai bagian punggung.

"Pelaku kemudian kembali mengisi peluru senapan anginnya dan menembak korban untuk kedua kalinya. Tembakan tersebut mengenai bagian punggung korban," katanya.
Setelah korban tak berdaya, IG memilih kabur meninggalkan lokasi.

"Dua kali ditembak, korban sudah tergeletak kesakitan," ujar Agam.
Warga yang mengetahui kejadian itu kemudian memberitahukan istri korban, Yunima Zebua.

Yunima bergegas menuju lokasi. Betapa terkejutnya dia saat mendapati suaminya sudah tergeletak dalam kondisi sekarat di kandang babi yang berada di belakang rumah Ama Wisi.
Sang istri sempat memberikan air minum kepada korban. Namun, nyawa AG akhirnya tak tertolong.

"Istri korban sempat memberi air minum sebelum akhirnya meninggal dunia," katanya Polisi kemudian melakukan penyelidikan terhadap kasus penembakan tersebut dan memburu IG yang diduga sebagai pelaku dan akhirnya IG berhasil diamankan.

"Atas perbuatannya, tersangka IG dijerat Pasal 458 ayat (1) KUHP tentang pembunuhan, dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun,"pungkas
Kasi Humas Polres Tapanuli Selatan, Iptu Agam Parlindungan (MC/***)

Share:
Komentar

Berita Terkini