![]() |
| foto: Situasi Siswa siswa SMA 1Berastagi yang dirawat di duga keracunanan makanan bergizi gratis |
Mediaapakabar.com- Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono akan melakukan investigasi terkait kasus keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Negeri 1 Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Sudarono akan mengecek mengapa keracunan terjadi padahal BGN telah mewajibkan mencantumkan batas waktu konsumsi di setiap wadah makanan atau ompreng.
" Makanya aku cek, aku cek apa dia sudah ada labelnya belum, apa segala macam kan kita cek, kita investigasi," kata Sudaryono di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada pers di Jakarta, Kamis (13/08/2026).
Sudaryono memastikan, BGN akan mengambil sikap tegas terhadap peristiwa tersebut.
Salah satu langkah yang dilakukan yaitu penangguhan dapur SPPG hingga pencopotan kepala SPPG " Tapi yang jelas semua keracunan tuh kita langsung suspend dapurnya, kita copot kepala SPPG-nya, kita investigasi kemudian," ujar Sudaryono.
"Kalau perlu kalau dia memang sengaja, ada kesengajaan, unsur ini unsur itu, ya SPPG-nya ataupun kita pecat, dapurnya kita tutup selamanya," imbuh dia.
Sebelumnya sejumlah pelajar diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Hingga Kamis (13/08/2026) sore, total siswa yang terdampak mencapai 269 orang. Selain jumlah korban yang terus meningkat, kondisi sebagian siswa juga dilaporkan mengalami gejala cukup berat.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV, Zulkarnain Barus, menyampaikan bahwa data tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi bertambah. (MC/Dan)
