![]() |
| foto: Aksi Keji Pembegalan Driver Grab, Pelaku Disikat Jatanras Polda Sumut |
Mediaapakabar.com- Petualangan salah satu pelaku pembegalan sadis terhadap pengemudi taksi online di kawasan Hamparan Perak akhirnya terhenti di tangan polisi! Tim Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut bergerak cepat membekuk pelaku yang diduga kuat merampas nyawa dan melarikan mobil milik Riyan Alamsyah (25).
Aksi penyergapan yang dipimpin langsung oleh Kasubdit III Jatanras Polda Sumut, Kompol Jama Kita Purba, berlangsung pada Jumat (14/8/2026) sore. Pelaku yang sedang berada di dalam mobil Honda Brio warna oranye tak berkutik saat dikepung petugas di tengah jalan.
Tanpa ada perlawanan, bandit jalanan tersebut langsung digelandang ke Mapolda Sumut.
Saat dikonfirmasi mengenai penangkapan garong sadis ini, Kompol Jama Kita Purba tidak membantah kabar tersebut. Ia meminta dukungan serta doa dari seluruh lapisan masyarakat agar seluruh kawanan pelaku bisa disikat habis.
"Mohon doanya ya. Mohon doanya, agar para pelaku segera terungkap," tegas Kompol Jama Kita Purba kepada wartawan, Jumat (14/8/2026) sore.
Ditemukan Terikat di Kebun Tebu
Kasus berdarah ini terkuak setelah jasad Riyan Alamsyah (25), warga Kecamatan Medan Helvetia, ditemukan mengenaskan di area perkebunan tebu Desa Bulu Cina, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, pada Kamis (13/8/2026) malam.
Saat ditemukan warga, kondisi korban sangat memprihatinkan. Jasadnya tergeletak telentang mengenakan kaus putih dan celana pendek biru. Kedua tangannya terikat kencang, sementara wajah dan tubuh korban dipenuhi luka memar bekas pukulan benda tumpul.
Petugas yang mendapat laporan langsung meluncur ke lokasi untuk menyisir Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mengumpulkan barang bukti.
"Setelah kejadian tersebut, kita langsung turun ke lokasi untuk melakukan identifikasi dan langkah-langkah kepolisian lainnya. Tim juga sudah melakukan olah TKP untuk mengungkap tuntas kasus ini," terang Jama Kita Purba.
Pamit Nge-Grab, Berakhir Tragis
Duka mendalam kini menyelimuti keluarga korban. Dari informasi yang dihimpun, korban Riyan terakhir kali pamit meninggalkan rumah pada Kamis (13/8) dini hari sekira pukul 02.00 WIB. Saat itu, korban menunggangi mobil Daihatsu Ayla bernomor polisi BK 1640 ADR untuk mencari nafkah sebagai driver Grab.
Namun naas, sekitar pukul 06.00 WIB pagi, pihak keluarga kehilangan kontak. Sinyal GPS ponsel korban sempat terdeteksi di kawasan Jalan Asahan No. 52 B, Medan, sebelum akhirnya mati total.
Kuat dugaan, Riyan menjadi korban Pembegalan dan Pencurian dengan Kekerasan (Curas). Pelaku disinyalir menyamar sebagai penumpang, lalu menganiaya korban hingga tewas, mengikat jasadnya, dan membuangnya di kebun tebu sebelum membawa lari mobil kesayangan korban.(MC/DN)
