Mediaapakabar.com - Telkom Indonesia memperkenalkan AICosystem di InnoVibes 2026 sebagai langkah membangun AI sovereignty melalui kolaborasi, inovasi, dan pengembangan ekosistem AI nasional.
Transformasi digital tidak dapat dibangun oleh satu pihak saja. Kolaborasi antara industri, akademisi, startup, pemerintah, hingga talenta digital menjadi fondasi penting dalam menciptakan inovasi yang relevan dan berdampak bagi masyarakat. Berangkat dari semangat tersebut, Telkom Indonesia berpartisipasi dalam InnoVibes 2026, sebuah forum inovasi yang diinisiasi oleh DKST ITB sebagai wadah untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem digital Indonesia.
Diselenggarakan pada 1–2 Juli 2026 di ITB Innovation Park, Summarecon Bandung, InnoVibes menghadirkan ruang kolaboratif bagi perusahaan, startup, mahasiswa, peneliti, dan akademisi untuk saling berbagi wawasan, bertukar pengalaman, serta menjajaki peluang kerja sama dalam mendorong perkembangan teknologi digital, khususnya kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI).
Partisipasi Telkom Indonesia dalam ajang ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk mempercepat pengembangan ekosistem AI nasional melalui kolaborasi lintas sektor, sekaligus memperkenalkan berbagai inisiatif strategis yang mendukung terciptanya AI yang inklusif, berdaya saing, dan memberikan manfaat nyata bagi industri maupun masyarakat.
Membangun Ruang Diskusi untuk Mendorong Inovasi AI
Selama dua hari penyelenggaraan, InnoVibes menghadirkan berbagai agenda yang dirancang untuk mempertemukan perspektif dari dunia industri dan akademik. Mulai dari Focus Group Discussion (FGD), Industry Showcase, Industry Sharing, hingga Networking Session, setiap sesi menjadi ruang bagi peserta untuk mengeksplorasi perkembangan teknologi terkini, membahas tantangan implementasi AI, serta menemukan peluang kolaborasi yang dapat menghasilkan inovasi baru.
Melalui forum-forum tersebut, peserta tidak hanya memperoleh wawasan mengenai perkembangan teknologi AI, tetapi juga dapat berdiskusi secara langsung dengan para praktisi dan akademisi mengenai penerapan AI di berbagai sektor industri. Interaksi yang terjalin diharapkan mampu memperkuat sinergi antara riset, inovasi, dan kebutuhan industri sehingga dapat mempercepat lahirnya solusi digital yang adaptif terhadap tantangan masa depan.
Pada hari pertama, Sarah Shafira Novianti, Research & Growth Lead of AI Campus Telkom Indonesia, hadir sebagai narasumber dalam sesi FGD bertajuk "Integrating AI Into Business Innovation". Bersama perwakilan akademisi ITB dan Bio Farma, Sarah membagikan berbagai perspektif mengenai bagaimana AI dapat menjadi katalis dalam mendorong inovasi bisnis, meningkatkan efisiensi operasional, serta menciptakan nilai tambah bagi organisasi melalui pemanfaatan teknologi yang bertanggung jawab.
Sebelumnya, InnoVibes juga menghadirkan sesi FGD bertema "Leveraging AI for Cybersecurity" yang menghadirkan narasumber dari ITB, Bank BJB, dan Kepolisian Republik Indonesia. Diskusi tersebut membahas bagaimana AI dapat dimanfaatkan untuk memperkuat sistem keamanan siber di tengah meningkatnya kompleksitas ancaman digital.
Sementara itu, pada hari kedua, peserta mengikuti sesi live podcast bertajuk "Implementation of Artificial Intelligence in the Electronics, Creative Industry, and Defense Sectors" yang menghadirkan perwakilan dari Agate dan Pindad. Melalui diskusi tersebut, peserta memperoleh gambaran mengenai implementasi AI dalam berbagai sektor strategis, mulai dari industri kreatif hingga industri pertahanan, sekaligus memahami tantangan dan peluang yang menyertainya.
Rangkaian sesi diskusi ini menjadi wadah pertukaran pengetahuan yang mempertemukan pengalaman praktis dari industri dengan hasil riset akademik, sehingga mampu membuka perspektif baru mengenai potensi AI sebagai penggerak transformasi digital di berbagai bidang.
Memperkenalkan AICosystem sebagai Langkah Menuju AI Sovereignty
Selain berbagi wawasan melalui forum diskusi, Telkom Indonesia juga memperkenalkan AICosystem pada sesi Industry Showcase. Inisiatif ini merupakan gerakan Telkom Indonesia untuk membangun pusat pengembangan AI nasional yang mampu memperkuat kemandirian Indonesia dalam penguasaan teknologi kecerdasan artifisial atau AI sovereignty.
Melalui AICosystem, Telkom Indonesia mengembangkan ekosistem AI yang mencakup tiga lapisan utama, yaitu AI Infrastructure, AI Models & Platform, serta AI Solutions & Applications. Ketiga lapisan tersebut dirancang untuk menciptakan fondasi teknologi yang terintegrasi sehingga inovasi AI dapat dikembangkan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi berbagai sektor.
Dalam implementasinya, pengembangan tersebut diperkuat melalui Telkom AI Center of Excellence yang berperan sebagai pusat kolaborasi, riset, serta pengembangan solusi AI. AI CoE didukung oleh lima pilar utama yang saling melengkapi.
Pilar pertama adalah AI Campus, yang menjadi ruang kolaborasi riset antara Telkom Indonesia dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk mendorong lahirnya inovasi berbasis AI.
Pilar kedua, AI Playground, menyediakan lingkungan bagi para developer untuk bereksperimen, mengembangkan, serta menguji berbagai model AI secara lebih terbuka.
Selanjutnya terdapat AI Connect, sebuah program yang berfokus pada pengembangan talenta digital Indonesia melalui berbagai kegiatan pembelajaran, pelatihan, dan penguatan kompetensi AI.
Pilar keempat adalah AI Native, yang bertujuan meningkatkan kapabilitas dan pemahaman insan Telkom terhadap pemanfaatan AI sehingga budaya kerja berbasis AI dapat terimplementasi secara menyeluruh di lingkungan perusahaan.
Sementara itu, AI Hub menjadi wadah yang menyediakan berbagai use case AI yang telah teruji kualitas, keamanan, dan relevansinya sehingga dapat diadopsi oleh berbagai pelaku industri sesuai kebutuhan bisnis masing-masing.
Menampilkan Solusi AI yang Siap Diimplementasikan oleh Industri
Press Release ini juga tayang di VRITIMES