Tersangka Oknum TNI Tega Bunuh Isteri Karena Kecanduan Judol

Media Apakabar.com
Sabtu, 26 Juli 2025 - 15:16
kali dibaca
almarhumah yang juga isteri dari tersangka oknum TNI Serma Dian. (foto : dok) 

Mediaapakabar.com - Tersangka seorang oknum TNI Kodam I/BB bernama Sersan Mayor Tengku Dian Anugerah yang telah membunuh istrinya di Desa Sei Semayam, Kecamatan Sunggal, Deli Serdang, Sumatera Utara pada Rabu (23/07/2025) bertugas sebagai Provost. Namun, sudah berulang kali melakukan tindak kekerasan akibat kecanduan judi online (Judol).  

" Korban mengalami luka di dada, kening dan bagian kepala akibatnya meninggal di jalan saat hendak dibawa ke rumah sakit," kata Kepala Penerangan Kodam I BB Kolonel Asrul Kurniawan Harahap pada pers, kemarin. 

Dia juga mengatakan, pihaknya langsung memburu tersangka setelah mendapatkan informasi tentang adanya pembunuhan tersebut. Tersangka pun berhasil ditangkap di Bandara Internasional Kualanamu saat hendak melarikan diri.

Selain itu, katanya, kasus pembunuhan itu masih dalam penyelidikan Polisi Militer Kodam I BB. Pihaknya kemudian akan melakukan otopsi terhadap jenazah korban, Astri Gustina Yolanda (34).

Sementara Novi, kakak korban, mengatakan, adiknya sudah tiga bulan tidak tinggal bersama suaminya. Mereka pisah ranjang karena Astri dipukuli oleh tersangka. Karena korban meminta suaminya itu agar berhenti bermain judi online.

" Sudah tiga bulan adik saya pergi dari rumahnya karena tidak tahan dipukuli terus oleh suaminya. Adik saya akhirnya tinggal di rumah ibu kami," terang Novi. 

Terpisah, Siska (35), tetangga korban, menuturkan bahwa dia mendengar suara teriakan minta tolong sekitar pukul 07.30. Saat itu, dia sedang memasak di dapur. " Saya mendengar suara histeris meminta tolong. Saya, suami juga tetangga lain langsung masuk ke halaman rumah Dian," ungkapnya. 

Setelah masuk ke halaman rumah, mereka melihat Astri sudah terduduk di sebuah kursi plastik di teras rumah dengan kondisi bersimbah darah di dada dan kepala. Kondisi Astri saat itu sudah tidak sadarkan diri. " Waktu melihat korban, kami tidak tahu dia sudah meninggal atau tidak," sebutnya.

Siska menyebut, ibu pelaku, yakni Mariani, saat itu berteriak histeris di samping korban meminta tolong. Dia memaksa tersangka segera membawa istrinya ke rumah sakit. Tetapi, tersangka tidak menggubris permintaan ibunya tersebut. " Lalu, kami para tetangga yang berinisiatif untuk membawa Astri ke rumah sakit," imbuhnya. (MC/ZF) 

Share:
Komentar

Berita Terkini