Bapanas Beri Sinyal Penurunan Harga Beras, Gabah Mulai Turun

Media Apakabar.com
Selasa, 19 Maret 2024 - 12:38
kali dibaca
Ilustrasi beras. Sumber : U-Report

Mediaapakabar.com
- Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi memberi sinyal adanya penurunan harga beras. Hal itu sejalan dengan masuknya masa panen pada Maret-April 2024.

Adanya panen pada bulan tersebut akan meningkatkan pasokan beras dari produksi dalam negeri. Harga gabah, bahan baku untuk beras, mengalami koreksi secara nasional menjadi lebih rendah, yang diharapkan akan membantu menurunkan harga beras. 

Namun, penurunan harga beras tersebut tergantung pada stabilitas produksi beras sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan. " Harga gabah ini terkoreksi secara nasional menjadi Rp6.700 kan, kalau harga gabah terkoreksi otomatis harga beras itu akan terkoreksi juga. Dengan catatan produksi tetap sesuai dengan perencanaan,” katanya pada pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat pada Senin (18/03/2024).                                 

Arief baru saja melaporkan kondisi komoditas pangan di tengah Ramadan serta menjelang Hari Raya Idul Fitri, kepada Presiden Joko Widodo. 

Menurutnya, pasokan beras saat ini mencukupi atau memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun, dia menekankan pentingnya menjaga kondisi tersebut.  

" Persiapan Lebaran kan sudah disiapkan, tadi kita update beberapa hal untuk persiapan Lebaran termasuk beras, daging dan komoditas strategis,” tuturnya.                                 
Dia menjelaskan, harga beras premium berada dalam posisi relaksasi dari harga eceran tertinggi (HET) sebelumnya, yang memberikan fleksibilitas harga hingga tanggal tertentu. 

Arief tidak memberikan prediksi pasti mengenai penurunan harga beras, tetapi menyebutkan harga telah direlaksasi ke angka tertentu untuk memastikan ketersediaan beras yang lebih baik.

" Harga kan dalam posisi relaksasi dari angka HET Rp13.900, direlaksasi sampai tanggal 23 itu Rp14.900 (per kg). Ini memberikan ruang agar beras ketersediaannya semua lebih baik. Sementara itu dulu," imbuhnya. 

Pemerintah, kata Arief, telah mengambil langkah-langkah dengan memberikan bantuan pangan berupa 10 kg beras gratis kepada 22 juta keluarga penerima manfaat (KPM) yang tergolong dalam kelompok terbawah.

Hal itu bertujuan untuk memastikan kelompok tersebut tercukupi kebutuhan beras. Arief menyatakan bantuan tersebut sudah dilanjutkan setelah sebelumnya ditunda karena pemilu dan program tersebut direncanakan berlangsung hingga Juni. 

" Masyarakat kita yang 22 juta KPM yang terbawah itu sudah diberikan beras bantuan pangan 10 kg gratis, tahun lalu 7 bulan, sekarang 6 bulan. Jadi masyarakat desil 1-2, 98 persen tercover, 22 juta," pungkasnya.(MC/IDC)
Share:
Komentar

Berita Terkini