Gen Z Lebih Suka Cari Berita di Medsos dan Dunia Digital

REDAKSI
Jumat, 24 November 2023 - 19:50
kali dibaca
Ket Foto: Ilustrasi.

Mediaapakabar.com
Hasil riset IDN Research Institute bekerja sama dengan Advisia berjudul Indonesia Gen Z Report (IMGR) 2024 menunjukkan, generasi z (Gen Z) cenderung lebih tertarik mencari berita melalui jejaring media sosial dan digital.

Berdasarkan data, 70,72 persen penduduk di Indonesia saat ini berada pada usia produktif (15 hingga 64 tahun). 


Dengan adanya bonus demografi itu, diharapkan dapat membantu mencapai Indonesia emas pada tahun 2045.

Gen Z yang lahir pada tahun 1997-2012, saat ini merupakan generasi terbesar. 


Angkanya mencapai 27,94 persen dari total penduduk atau 74,93 juta jiwa. Jumlah mereka bahkan mungkin lebih besar dibandingkan generasi milenial, yang merupakan generasi terbesar kedua di Indonesia dengan jumlah 25,87 persen dari total populasi atau 69,38 juta jiwa.


Lantas, bagaimana hasil survei IDN Research Institute terhadap gaya dan minat Gen Z dalam mencari berita?


Menurut survei tersebut, mayoritas Gen Z cenderung lebih menyukai mencari berita melalui jejaring media sosial. Bahkan angkanya menggambarkan bahwa Gen Z cenderung meninggalkan media televisi dan cetak.


"Gen Z mendapatkan berita dari media sosial dan digital, meninggalkan TV dan media cetak," demikian isi riset tersebut.

Dalam riset itu, persentase hasil survei menunjukkan, sebanyak 73 persen Gen Z memilih mencari berita melalui media sosial. 


Kemudian disusul media digital (19 persen), cetak (7 persen), TV (1 persen), dan Radio (0 persen).


Pemimpin Redaksi IDN Times Uni Lubis menilai, media sosial dan digital harus mampu memberdayakan generasi muda, sehingga keberadaannya tak hanya dijadikan objek pasif untuk kepentingan kampanye politik.


Dengan mudahnya akses informasi dan berita, Uni lubis mengimbau kepada generasi muda untuk selektif dalam mendukung peserta Pemilu 2024. Salah satunya dengan mempertimbangkan rekam jejak.


“Anak muda bisa memanfaatkan media sosial untuk menyuarakan pendapatnya, mempengaruhi wacana publik, dan mendorong pengambilan keputusan. Kemudian, mereka harus memilih partai politik dan calon legislatif yang memiliki rekam jejak yang terbukti," ucap dia dalam keterangannya.


"Jangan mudah tergiur dengan janji-janji kosong dan politik yang tidak masuk akal," sambung dia.


Lebih lanjut, Uni Lubis juga mengingatkan munculnya potensi gelombang misinformasi dan hoaks jelang pemilu, terutama karena penggunaan kecerdasan buatan (AI) semakin meluas.


Sebagaimana diketahui, ketersediaan penelitian tentang Gen Z Indonesia sangat terbatas. Kelangkaan tersebut menyebabkan munculnya mitos dan stereotip terhadap Gen Z. 


Oleh karena itu, IDN Research Institute bekerja sama dengan Advisia mempelopori penelitian ini untuk mendapatkan pemahaman lebih dalam tentang Gen Z Indonesia. Tujuan penelitian ini juga untuk mengeksplorasi keputusan dan alasan di balik gaya hidup dan perilaku generasi Z Indonesia sehari-hari.


IDN Research Institute juga melakukan survei tambahan untuk mengetahui lebih lanjut pandangan Gen Z mengenai pernikahan dan pengaturan kehidupan rumah tangga, hiburan, hingga masalah sosial politik.


Sekadar informasi, IDN Media menggelar Indonesia Millennial and Gen-Z Summit (IMGS) 2023, sebuah konferensi independen yang khusus diselenggarakan untuk dan melibatkan generasi Millennial dan Gen Z di Tanah Air. 


Dengan tema Purposeful Progress, IMGS 2023 bertujuan membentuk dan membangun masa depan Indonesia dengan menyatukan para pemimpin dan tokoh nasional dari seluruh nusantara. IMGS 2023 diadakan pada 24 - 26 November 2023 di Pulau Satu dan Dome Senayan Park, Jakarta.


Dalam IMGS 2023, IDN Media juga meluncurkan Indonesia Millennial and Gen-Z Report 2023. Survei ini dikerjakan oleh IDN Research Institute bekerja sama dengan Advisia sebagai Research Partner. (IDN/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini