Jurnalis Nyaleg Diminta Segera Mengundurkan Diri

REDAKSI
Selasa, 16 Mei 2023 - 10:10
kali dibaca
Ket Foto: Ilustrasi pendaftaran bakal caleg di KPU RI.

Mediaapakabar.com
Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Dewan Pers mendesak jurnalis atau wartawan  yang mendaftarkan diri sebagai bakal calon legislatif mengundurkan diri dari perusahaan tempat bekerja. Hal ini demi menjaga independensi jurnalis dan keberimbangan berita.

"Kalau AJI menyarankan sebaiknya mundur dari pekerjaan hari ini. Pekerjaan sebagai wartawan ataupun pimpinan redaksi atau pemimpin di redaksi, sebaiknya mundur supaya tidak ada konflik kepentingan pemberitaan dengan kegiatan politik praktisnya," kata Ketua Umum AJI Sasmito Madrim, Senin (15/5/2023).


Sasmito juga mendesak Dewan Pers memberikan seruan tegas kepada wartawan yang maju sebagai bakal caleg. Ia menilai majunya sejumlah jurnalis di bawah grup MNC lewat Perindo bisa jadi preseden buruk jika mereka tak mengundurkan diri.


"Ini kan tentu menjadi preseden yang tidak baik, harus ada penjelasan apakah caleg ini sudah mundur dari pekerjaannya atau seperti apa. kalau tidak mundur itu tentu perlu diingatkan oleh Dewan Pers," ucapnya.


Ketua Umum Dewan Pers Ninik Rahayu mengingatkan terdapat Surat Edaran Dewan Pers Nomor 01/SE-DP/XII/2022 Tentang Kemerdekaan Pers yang Bertanggung Jawab Untuk Pemilu 2024 yang Berkualitas.


Dalam SE itu, jurnalis yang terlibat dalam politik praktis harus mengundurkan diri secara permanen atau sementara.


"Sesuai surat imbauan tahun 2014 dan SE tahun 2022, kita minta yang bersangkutan untuk cuti," kata Ninik saat diwawancara.


Diberitakan, sejumlah jurnalis yang masih bekerja di media-media grup MNC didaftarkan sebagai bakal caleg lewat Perindo.


Beberapa nama yang telah didaftarkan sebagai bakal caleg Perindo adalah Aiman Witjaksono dan Prabu Revolusi. Prabu menjabat Managing Director iNews Media Group serta Pemimpin Redaksi iNews TV. Sementara Aiman adalah Pemimpin Redaksi MNC News dan pembawa acara AIMAN di iNews.


Aiman memastikan tetap akan menjaga etika sebagai jurnalis. Ia akan nonaktif sebagai wartawan saat kampanye Pemilu 2024 dimulai.


"Terkait Pencalegan saya di @PartaiPerindo. Saya menyatakan tetap berkomitmen untuk menjaga etika. Saya akan nonaktif sebagai wartawan pada saat memulai masa kampanye hingga pencoblosan usai," tulis Aiman lewat akun Twitter.


Sementara itu, Bos MNC Group Hary Tanoesoedibjo menanggapi santai isu netralitas jurnalisnya yang jadi bakal caleg.


Pria yang juga menjabat Ketua Umum Partai Perindo itu berkata sudah biasa wartawan menjadi politikus. Menurutnya, beberapa anggota DPR RI pun awalnya berprofesi wartawan.


"Yah, kamu lihat di DPR juga banyak mantan wartawan," kata Hary dilansir dari CNNIndonesia.com. (CNNI/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini