Kapal Perang AS-China 'Cekcok' di Laut China Selatan

Aris Rinaldi Nasution
Jumat, 24 Maret 2023 - 05:02
kali dibaca
Ket Foto: Kapal militer China dilaporkan mengusir kapal perusak rudal Amerika Serikat melintas di perairan sekitar Kepulauan Paracel di Laut China Selatan. (AFP/Leila Gorchev)

Mediaapakabar.com
China melaporkan kapal militernya memantau dan mengusir kapal perusak Amerika Serikat yang dianggap menyusup masuk perairan di sekitar Kepulauan Paracel di Laut China Selatan pada Kamis (23/3/2023).

Kepulauan Paracel menjadi sedikit dari hampir 90 persen wilayah Laut China Selatan yang diklaim sepihak oleh China.


Melalui pernyataan, angkatan bersenjata China menuturkan kapal perusak rudal AS, USS Milius, memasuki wilayah Laut China Selatan tanpa izin.


Beijing menilai manuver kapal perang AS itu merusak perdamaian dan stabilitas keamanan di salah satu jalur perdagangan internasional paling sibuk tersebut.


"Pasukan kami akan bersiaga tinggi setiap saat dan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk secara tegas menjaga kedaulatan dan keamanan nasional serta perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan," bunyi pernyataan juru bicara Komando Theater Selatan Militer China, Tian Junli, seperti dikutip Reuters.


Di sisi lain, Angkatan Laut AS membantah pernyataan militer China itu. Washington mengatakan USS Milius sedang melakukan "operasi rutin" di Laut China Selatan.


Angkatan Laut AS juga menegaskan USS Milius "tidak diusir" oleh kapal militer China.


Laut China Selatan memang terus menjadi wilayah rawan konflik setelah Beijing berkeras mengklaim 90 persen wilayah itu sebagai bagian dari teritorialnya.


Klaim China di Laut China Selatan pun bertabrakan dengan wilayah perairan sejumlah negara di Asia Tenggara seperti Filipina, Vietnam, Brunei, hingga Malaysia.


Meski Indonesia mengaku tak ikut-ikutan sengketa di Laut China Selatan, namun pergerakan kapal China yang makin getol mondar-mandir di perairan Natuna Utara kian membuat Jakarta cemas.


Sementara itu, AS memang tak memiliki sengketa wilayah di Laut China Selatan. Namun, Washington berupaya mempertahankan wilayah itu sebagai perairan internasional di mana kapal dan pesawat asing bebas bernavigasi di kawasan itu. (CNNI/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini