Keramaian Taman Kota Tarutung Berdampak Bagi Peningkatan Perekonomian Pedagang Kecil

Aris Rinaldi Nasution
Kamis, 12 Januari 2023 - 23:49
kali dibaca
Ket Foto: Sejak launching pemakaiannya Desember tahun 2022, taman kota yang telah disematkan fasilitas publik di jantung ibukota Tarutung Tapanuli Utara memicu pertumbuhan ekonomi lokal. 

Mediaapakabar.com
Sejak launching pemakaiannya Desember tahun 2022, taman kota yang telah disematkan fasilitas publik di jantung ibukota Tarutung Tapanuli Utara memicu pertumbuhan ekonomi lokal. 

Taman kota yang memiliki Pedestrian (jalur pejalan kaki), taman air mancur dan tiang pohon Natal yang menjulang tinggi dimanfaatkan warga sebagai ajang spot selfie.


Namun, satu poin penting dari pembangunan taman kota selain ikon kota Tarutung dan ruang publik kehadirannya dimanfaatkan pedagang kecil berjualan.


Risky Hutagalung pemilik rumah makan Tambar Lihe , Kamis (12/1/2023) merasa senang dan bersyukur atas pembangunan taman kota oleh Bupati Taput Nikson Nababan. 


Kepada media ini Risky mengatakan, sebelum ada taman kota, penjualan rumah makan BPK hanya sekitar 60 piring per harinya. 


Sesudah ada taman kota, penjualannya meningkat menjadi 80 hingga 100 piring per harinya akibat ramainya warga ke taman kota.


"Penjualan kami meningkat setiap harinya karena ramainya pengunjung taman kota setiap harinya, terima kasih Pak Bupati," ucapnya dengan senyum. 


Senada diungkapkan Yossi Hutasoit pedagang di tanggul yang tertarik melihat keramaian di taman kota Tarutung sehingga berniat membuka lapak kuliner di sekitar taman kota. 


"Saya memang pedagang tanggul, tapi saya tertarik ingin membuka usaha kuliner di taman kota ini. Karena saya melihat setiap harinya ramai pengunjung. Terima kasih kepada bapak Bupati Nikson Nababan yang telah membangun taman kota Tarutung ini  sehingga kami para pedagang berpeluang mengadu nasib," timpalnya.


Sementara itu, Ketua AUMKM Taput Deddy Miswar Lumbantobing (Dolpin) menyambut baik kehadiran taman kota menaikkan perekonomian pedagang kecil. 


"Sejak kehadirannya, banyak pedagang di sekitarnya terdampak karena pengunjung yang hadir membeli kuliner yang ada disekitarnya," katanya. 


Bahkan akibat antusiasme pedagang kecil, Bupati Taput ingin menyediakan satu lapak kuliner bagi pedagang kecil. 


"Sudah disiapkan tempatnya, nanti akan diatur pedagang yang akan berjualan disana. Bahkan tanpa dibuat dulu lapaknya sudah banyak pedagang kecil yang punya sorong memanfaatkan  moment keramaian taman kota," tukasnya. 


Terpisah, Ketua PWI Bonapasogit Alfonso Situmorang mengapresiasi kehadiran taman kota sebagai ruang publik dan relaksasi masyarakat. 


Selain itu, diramu penataan dan pembenahan kantor di seputaran taman kota yakni perijinan dan catatan sipil yang menempati kantor inspektorat (dulunya) dianggap sangat potensial. 


"Sekarang perijinan dan catatan sipil yang merupakan kantor pelayanan publik sudah satu atap , sehingga masyarakat yang datang selain menikmati keindahan taman kota, bisa juga mengurus dokumen kependudukan serta perijinan, jadi sangat kompleks," ujarnya. (MC/DAF)

Share:
Komentar

Berita Terkini