Kasus Dugaan Raibnya Dapen Karyawan Rp 15 Miliar, Begini Tanggapan Bank Sumut

Aris Rinaldi Nasution
Selasa, 03 Januari 2023 - 12:16
kali dibaca
Ket Foto: Gedung Bank Sumut. (INT)

Mediaapakabar.comTerkait kasus dugaan raibnya dana pensiunan (Dapen) karyawan senilai Rp1,5 miliar, pihak Bank Sumut menegaskan bahwa menghormati proses hukum yang saat ini sedang berjalan di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut). 

"Secara prinsip, Kami Bank Sumut menghormati proses yang sedang berjalan, tentunya tujuan pemeriksaan dimaksud untuk yang terbaik," kata Pj Humas Bank Sumut Alvan ketika dikonfirmasi Mediaapakabar.com beberapa waktu lalu.


Kendati demikian, dirinya juga menyampaikan bahwa antara Bank Sumut dan Dana Pensiun (Dapen) itu terpisah. 


"Bisa kami sampaikan juga, sebagai informasi antara Bank Sumut dan Dapen terpisah, entitas yang berbeda," sebutnya sembari meminta agar langsung mempertanyakan kasus tersebut ke pihak Dapen.


Diketahui Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut) telah memanggil beberapa pihak termasuk manajemen Bank Sumut soal kasus dugaan raibnya dana pensiunan (Dapen) karyawan PT Bank Sumut senilai Rp15 miliar.


"Saat ini, tim Pidsus sudah meminta keterangan dari beberapa pihak, termasuk manajemen Bank Sumut," ujar Kasi Penkum Kejati Sumut Yos A Tarigan SH MH kepada Mediaapakabar.com, Jumat, 30 Desember 2022.


Mantan Kasi Pidsus Kejari Deli Serdang itu mengatakan kasus dugaan raibnya dana pensiunan karyawan PT Bank Sumut senilai Rp15 miliar tersebut sudah tahap penyelidikan. 


"Sejauh ini, Pidsus Kejati Sumut sudah melakukan tahap penyelidikan untuk mencari dan menemukan suatu peristiwa tentang kebenaran yang ada terkait kasus dugaan raibnya dana pensiunan karyawan PT Bank Sumut," ujar juru bicara Kejati Sumut itu.


Diketahui sebelumnya, belasan massa dari Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Intelektual Sumatera Utara (HIMPIT-SU) melakukan aksi damai di depan kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut Jalan AH Nasution, Kota Medan, Senin (10/10/2022) lalu.


Dalam tuntutannya, para pengunjuk rasa meminta Kejati Sumut agar melakukan pengusutan masalah raibnya dana pensiunan Karyawan PT Bank Sumut senilai Rp15 miliar, sebab pengunjuk rasa menduga dana tersebut dipergunakan untuk kepentingan lain.


Pengunjuk rasa juga meminta Direksi dan Dewan Pengawas PT Bank Sumut agar bertanggung jawab penuh terkait penggunaan dana pensiunan PT Bank Sumut yang diduga dipergunakan untuk dana kredit.


Menurut mereka, penggunaan dana tersebut merupakan wewenang dan rekomendasi mutlak dari Dewan Pengawas dan Dirut Bank Sumut.


Kejati Sumut juga diminta agar segera melakukan pengusutan lanjutan terkait dugaan keterlibatan direksi menyangkut kredit macet di Kantor Cabang Pembantu (KCP) PT Bank Sumut Cabang Galang, yang melibatkan mantan pimpinan Cabang Pembantu Galang dan mantan wakil Pimpinan Cabang Pembantu Galang.


Selanjutnya, pengunjuk rasa meminta Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan agar meninjau kembali proses transformasi Bank Sumut menjadi perusahaan terbuka dengan melakukan IPO (Initial Public Offering).


Sedangkan kepada Gubernur Sumut selaku pemegang saham terbesar diminta agar mencopot RFP yang ditetapkan sebagai Dirut Bank Sumut pada September 2021 karena diduga merangkap jabatan sebagai Ketua Dewan Pengawas Bank Sumut. (MC/DAF)

Share:
Komentar

Berita Terkini