Karutan Tanjung Gusta Medan Siap Kolaborasi Membina WBP dengan Keterampilan

Aris Rinaldi Nasution
Jumat, 06 Januari 2023 - 18:06
kali dibaca

Ket Foto: Karutan Kelas I Tanjung Gusta Medan, Nimrot Sihotang saat ditemui wartawan di lokasi pembinaan skill warga binaan.


Mediaapakabar.com
Dengan semangat pengabdian serta spirit positif yang dibangun lewat ide-ide pemikiran yang visioner, Nimrot Sihotang mulai mewujudkan impian luhurnya tentang metode pembinaan pemasyarakatan yang "Memanusiakan Manusia" dalam tugasnya sebagai Kepala Rumah Tahanan (Karutan) Kelas I Tanjung Gusta Medan.


Upaya mewujudkan hal itu kini tengah dilakukan Nimrot melalui beberapa langkah mulai dari gencar mengadakan pelatihan untuk mengasah skill dan kemampuan para warga binaan dalam berbagai bidang yang berpotensi menjadi lapangan pekerjaan, hingga bersinergi dengan stakeholder dan instansi terkait lain agar para warga binaan memiliki kesempatan menjadi warga yang bermanfaat di lingkungan masyarakat dan negara nantinya.


"Sudah saatnya kita mulai berfikir lebih jauh untuk kemajuan bangsa, termasuk tentang bagaimana melakukan pembinaan yang sebenar-benarnya kepada para warga binaan agar nantinya bisa bermanfaat bagi negara ketika kembali ke tengah lingkungan masyarakat," ungkap Karutan Klas I Medan Nimrot Sihotang saat berbincang dengan wartawan di salah satu lokasi pemberdayaan skill warga binaan bidang budidaya dan ternak ragam jenis ikan, Kamis (5/1/2023) sore.


Menurutnya membekali para warga binaan dengan berbagai skill dan kemampuan seperti otomotif, bertani, menjahit, beternak atau bidang lainnya sangatlah penting. Skill itu diharapkan bisa menjadi lapangan pekerjaan bagi mereka nantinya agar tidak kembali melakukan kejahatan dan lepas dari stigma negatif karena predikat mantan narapidana.



"Selama ini predikat mantan napi ini kan melekat dengan stigma negatif di tengah masyarakat, bahkan kadang menjadi momok. Tapi mudah-mudahan dengan skill kemampuan yang mereka dapatkan dari pelatihan di sini, harapannya saat kembali di tengah lingkungan masyarakat mereka bisa berkreasi, mendapat penghasilan dari kemampuan yang dimiliki dan mengubah hidupnya jauh dari kejahatan," sebutnya.


Beberapa bidang yang ditekuni para warga binaan dalam pelatihan sederhana yang telah dilakukan diantaranya perbengkelan, menjahit, kerajinan pengolahan kayu menjadi sangkar burung dan kandang ternak serta budidaya ragam jenis ikan. 


Dikatakan Nimrot, meski sebelumnya metode pelatihan masih dilakukan secara otodidak, namun melalui sinergitas yang telah dibangun pemberian pelatihan selanjutnya akan menggandeng Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Sumut mulai awal februari mendatang.


"Awalnya kan proses pelatihan di sini dilakukan dengan cara sederhana, jadi warga binaan yang memiliki kemampuan di satu bidang biasanya mengajari warga binaan lain yang memiliki minat, saling berbagi ilmu lah istilahnya. Kita sudah melakukan komunikasi dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Sumut agar bisa memberikan pelatihan secara profesional kepada warga binaan, apakah itu bertani, beternak ikan, melas, menjahit, pertukangan dan lainnya," sebutnya.


Menurut pria kelahiran Toba Samosir (Tobasa) 18  Oktober 1983 itu, para warga binaan yang masuk program asimilasi atau yang telah menjalani setengah masa hukumannya didorong untuk memberdayakan skill sesuai minatnya agar bisa produktif berkarya baik ketika masih menjadi warga binaan maupun setelah kembali ke lingkungan masyarakat.


"Ketika menjabat Karutan Kelas I Labuhan Deli kita juga sudah melakukan hal yang sama, kita berhasil berkolaborasi dengan banyak pihak dalam pemberdayaan dan pembinaan warga binaan di sana. Jadi sebagai contoh kalau ada orang punya lahan yang bisa digunakan, para warga binaan kemudian diberdayakan bertani semisal budi daya tanaman jagung. Manfaatnya selain mereka mendapatkan upah dari hasil panen nantinya mereka juga sudah punya skill bertanam jagung," jelasnya.


Lebih jauh ditambahkannya, sinergitas dengan instansi maupun stakeholder terkait lain seperti Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Sumut  dalam proses pelatihan yang diberikan kepada warga binaan sangat diharapkan memiliki progres lebih jauh. Terlebih apabila progres tersebut mampu menciptakan lapangan-lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.

 

"Setelah mendapatkan pelatihan dan memiliki skill mumpuni pada suatu bidang misalnya, tentu progres kedepannya bisa lebih dikembangkan apalagi bisa menjadi jalan untuk menciptakan lapangan-lapangan pekerjaan baru. Karena itu untuk jangka menengah maupun panjang, mereka nantinya kita harap juga diberikan sertifikasi sesuai pelatihan dan praktik yang diberikan untuk lebih memastikan kemampuan yang sudah dimiliki," imbuhnya. (MC/DAF)

Share:
Komentar

Berita Terkini