Jokowi: Tolong Gubernur Sering-sering Masuk Pasar, Udah Nggak Musim ABS

Aris Rinaldi Nasution
Selasa, 17 Januari 2023 - 10:37
kali dibaca
Ket Foto: Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan para kepala daerah untuk berhati-hati menangani masalah kenaikan harga bahan pangan. Dia meminta kepala daerah sering-sering mengecek kondisi di lapangan.

Mediaapakabar.com
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan para kepala daerah untuk berhati-hati menangani masalah kenaikan harga bahan pangan. Dia meminta kepala daerah sering-sering mengecek kondisi di lapangan.

Jokowi awalnya mengingatkan para kepala daerah untuk berhati-hati dengan kenaikan harga beras hingga daging ayam. Dia mengatakan kenaikan harga terjadi di banyak daerah.


"Hati-hati dengan yang namanya kenaikan beras dan kita memang sekarang harus bekerjanya detail seperti itu. Apa yang naik di lapangan? Beras. Saya udah 2 hari yang lalu memperingatkan Bulog untuk masalah ini. Karena di lapangan 79 daerah beras mengalami kenaikan yang tidak sedikit. Urusan telur, 89 daerah juga mengalami hal yang sama, naik. Urusan kecil-kecil, urusan tomat, 82 daerah mengalami kenaikan dan daging ayam ras 75 daerah mengalami kenaikan," ujar Jokowi dalam pembukaan Rakornas Kepala Daerah dan FKPD se-Indonesia di Bogor, Selasa (17/1/2023).


Dia mengatakan para kepala daerah harus mengecek langsung kondisi di lapangan. Dia menyebut saat ini sudah tidak musim lagi sistem asal bapak senang (ABS).


"Ini tolong bupati, wali kota, gubernur sering-sering masuk pasar, cek betul di lapangan apakah data yang diberikan itu sesuai dengan fakta-fakta di lapangan. Jangan sampai sudah nggak musim lagi sekarang ini yang namanya bawahan ABS 'Pak baik pak', 'nggak ada yang naik pak', 'harga stabil pak'. Saya cek langsung lapangan," ujar Jokowi.


Dia juga meminta Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memberikan data apa adanya kepada para kepala daerah. Jokowi juga mengingatkan pemerintah daerah untuk berhati-hati dalam urusan tarif air hingga angkutan massal.


"Jadi BPS di daerah informasikan angka-angka yang apa adanya kepada kepala daerah. Juga hati-hati mengenai tarif yang diatur oleh pemerintah maupun pemerintah daerah. Hati-hati. Saya berikan contoh saja urusan tarif PDAM, hati-hati. Kalau urusan listrik itu urusan kita, urusan BBM urusan kita, tapi yang daerah yang berkaitan dengan tarif angkutan misalnya, tarif PDAM hati-hati menentukan, itu bisa menjadikan inflasi naik. Jadi dihitung betul kalau masih kuat ditahan, kalau nggak kuat, naik nggak apa-apa tapi sekecil mungkin jangan sampai ada PDAM menaikkan lebih dari 100 persen, karena data yang masuk ke saya ada," ucapnya. (DTC/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini