Bupati Berpesan Sami’na Wa Atho'na Kepada 666 PPS Se-Pidie Jaya yang Dilantik

Aris Rinaldi Nasution
Selasa, 24 Januari 2023 - 22:26
kali dibaca
Ket Foto: Bupati Pidie Jaya, H Aiyub Bin Abbas menghadiri Pelantikan dan Pengambilan sumpah Panitia Pemungutan Suara (PPS) pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 se Kabupaten Pidie Jaya, yang berlangsung di aula Cot Trieng II, lantai 3 kantor bupati setempat, Selasa (24/1/2023).

Mediaapakabar.com
Bupati Pidie Jaya, H Aiyub Bin Abbas menghadiri Pelantikan dan Pengambilan sumpah Panitia Pemungutan Suara (PPS) pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 se Kabupaten Pidie Jaya, yang berlangsung di aula Cot Trieng II, lantai 3 kantor bupati setempat, Selasa (24/1/2023).

Pantauan mediaapakabar.com, meskipun sedikit berdesakan dengan tempat yang kelebihan kapasitas, acara berjalan lancar sesuai diharapkan. 


Hadir pula dalam pelantikan tersebut, Sekdakab Pidie Jaya, Jailani Bramat, Wakapolres Pidie Jaya, Kompol Adli, S.E.,M.M, Kajari Pidie Jaya, Ketua Bawaslu Pidie Jaya, Fajri dan Rohaniwan dari Kemenag Pidie Jaya serta sejumlah komisioner Komisi Independen Pemilihan (KIP) atau KPU dan seluruh ketua dan anggota PPK se Kabupaten Pidie Jaya.


Pelantikan PPS ini seiring semakin dekatnya pesta demokrasi di Indonesia yakni Pemilihan Umum (Pemilu) serentak tahun 2024.  Sebanyak 666 sejumlah yang tersebar di 222 Desa/ Gampong dari 8 kecamatan di wilayah Kabupaten Pidie Jaya. 


Pada kesempatan itu, Abuwa, sapaan akrabnya Bupati Pidie Jaya, menyampaikan ucapan selamat kepada 666 anggota PPS yang telah dilantik. Dia pun berpesan agar mereka menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab pada Pemilu 2024 nanti.


"Anggota PPS yang dilantik ini merupakan orang pilihan yang melaksanakan Pemilu serentak 2024 nanti. Laksanakan tugas sesuai undang-undang yang berlaku dengan memegang teguh dan mengimplementasikan slogan Sami’na Wa Atha’na yang berarti mendengar dan melaksanakan,"tegaskan Abuwa.


Lanjutnya, sebagai lembaga badan Adhoc, anggota PPS harus memiliki tiga sikap. Di antaranya, integritas, netralitas, dan profesionalitas. Saya juga berharap beberapa rangkaian tahapan pemilu dapat berjalan sesuai ketetapan, sehingga dapat mengantarkan kita pada pemilu yang bermartabat dan legitimate," ujarnya


"Independensi sangat dibutuhkan agar Pemilu 2024 di Pidie Jaya aman. Kami juga senang dengan adanya netralitas ini, sehingga azas pemilu Jujur, Adil, Langsung, Umum, Bebas, dan Rahasia (Jurdil Luber) itu tidak disusupi intervensi sekecil apapun dari siapapun," pungkas Abuwa.


Pelantikan dan Pengambilan sumpah PPS yang dipimpin ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) kabupaten Pidie Jaya, Iskandar ini diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan pengucapan sumpah oleh seluruh anggota PPS yang didampingi saksi rohaniwan.


Selanjutnya Ketua KPU/ KIP Pidie Jaya bersama perwakilan anggota PPS dan saksi rohaniwan menandatangani Berita Acara Pelantikan dan pembacaan Pakta Integritas.


Ketua KPU/ KIP Pidie Jaya dalam arahan singkatnya mengatakan, pelantikan hari ini menjadi proses awal tahapan pemilu serentak tahun 2024. Pengambilan sumpah dan pembacaan Pakta integritas merupakan bentuk pertanggungjawaban penuh PPS kepada Tuhan Yang Maha Esa dan juga kepada masyarakat Pidie Jaya, Aceh dan bangsa Indonesia.


“Kepada PPS yang baru saja dilantik untuk segera bekerja sesuai dengan tugas, wewenang serta kewajiban yang telah ditetapkan dalam undang-undang serta peraturan PKPU nomor 8 tahun 2022." Tegasnya


Dalam menyelenggarakan Pemilu serentak itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU), dibantu oleh struktur kelembagaan di bawahnya yang bersifat hierarkis, yaitu KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota. Kemudian untuk mendukung tugas KPU pada tingkatan lebih kecil yaitu kecamatan, desa , sampai dengan tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS).


Disebutkan Iskandar, untuk PPK di Pidie Jaya terdapat 40 orang PPK, lalu PPS sebanyak 666 orang. Kemudian ditambah 7  orang KPPS dan 1 orang Linmas setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk 491 TPS yang tersebar di 222 gampong pada Pemilu 2024.


"Pesan terakhir saya, kita sebagai penyelenggara di berbagai tingkatan, wajib membaca dan update peraturan dan keputusan KPU secara utuh, jangan lagi menanyakan dan minta format ini itu jika dalam aturan sudah dicantumkan dengan jelas." Sampaikan Iskandar


Selanjutnya, Wakapolres Pidie Jaya, Kompol Adli, berpesan agar PPS dapat menjadi garda terdepan menjaga netralitas dan Imparsialitas yakni menjaga kedekatan yang sama dengan semua Partai Politik dan semua peserta pemilu dan tentunya menjaga jarak yang sama dengan Partai Politik. Serta menjaga hubungan koordinasi dengan sesama penyelenggara Pemilu.


"Sebagai penyelenggara pemilu dituntut memiliki aspek kognitif kemampuan membaca dan mengimplementasikan aturan dari KPU dan hirarkis. Kepada Anggota PPS yang telah dilantik, saya berpesan agar terus menjaga kesehatan, mengingat rangkaian tahapan Pemilu 2024 sangat padat. Penyelenggara itu tidak boleh sakit," katanya. (Irfan)

Share:
Komentar

Berita Terkini