Bentrok Maut di PT GNI, 3 Pekerja Tewas dan 69 Orang Ditangkap

Aris Rinaldi Nasution
Senin, 16 Januari 2023 - 13:56
kali dibaca
Ket Foto: Sebanyak 69 pekerja ditangkap polisi usai bentrok berdarah di pabrik smelter PT GNI Morowali Utara yang menewaskan tiga pekerja. Ilustrasi. (iStock/ManuelVelasco)

Mediaapakabar.com
Sebanyak 69 orang pekerja tambang PT Gunbuster Nickel Industri (GNI), Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah ditangkap polisi setelah melakukan aksi mogok kerja berujung bentrok berdarah yang menewaskan tiga pekerja.

"Iya benar, saat ini sebanyak 69 orang sudah kita amankan," kata Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Didik Supranoto dilansir dari CNNIndonesia.com, Senin (16/1/2023).


Didik menyebut ada tiga pekerja yang tewas dalam bentrok ini. Salah satunya adalah tenaga kerja asing (TKA).


"Korban meninggal 2 orang TKI dan 1 orang TKA. Kemudian ada tiga orang pekerja yang mengalami luka-luka," ujarnya.


Peristiwa berdarah ini terjadi pada Sabtu (14/1/2023) malam. Didik menuturkan bentrok berawal dari unjuk rasa serikat buruh di dua lokasi yakni, di pos 4 dan pos 5 kantor PT GNI pada Jumat (13/1/2023) kemarin.


Dalam unjuk rasa ini salah satu tuntutan pekerja adalah mendesak pihak perusahaan untuk wajib menerapkan prosedur keselamatan para pekerja.


"Namun, dari hasil mediasi di kantor Disnakertrans Morowali Utara tidak menemui kesepakatan antara pihak pekerja dengan pihak perusahaan," ungkapnya.


Didik berkata pada Sabtu sekitar pukul 19.40 WITA, terjadi kerusuhan di area jalan masuk pos 4. Sekitar 500 orang pekerja melempar dan merusak area jalan masuk pos 4.


Kerusuhan itu, kata Didik dipicu karena pihak keamanan perusahaan menghalangi jalan para pekerja untuk masuk ke pos 4 PT GNI sehingga memicu perlawanan para pekerja dan perusakan kantor security.


"Jalan mereka dihalangi diduga inilah yang menjadi pemicu kerusuhan dan kantor security pun dirusak massa yang ingin masuk ke pos 4," jelasnya.


Saat ini, kata Didik kondisinya sudah kondusif dan petugas kepolisian telah disiagakan di lokasi kejadian untuk mengantisipasi kejadian serupa. (CNNI/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini