Banjir Rendam 4 Kabupaten di Aceh

Aris Rinaldi Nasution
Sabtu, 21 Januari 2023 - 23:05
kali dibaca
Ke Foto: Sejumlah anggota PMI dan BPBD Kabupaten Pidie Jaya siaga di beberapa titik rawan banjir untuk siap membantu evakuasi para korban bencana banjir.

Mediaapakabar.com
Banjir luapan merendam empat Kabupaten di Provinsi Aceh, Sabtu (21/1/2023). Banjir terjadi setelah diguyur hujan deras sejak Jumat (20/1/2023) malam. Ratusan keluarga di empat kabupaten terdampak banjir menyusul meluapnya sejumlah sungai akibat hujan lebat dalam sehari terakhir.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyebutkan daerah dilanda banjir adalah Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, Bireuen dan Aceh Tamiang. 


Di Pidie Jaya, semua Kecamatan mengalami banjir, yaitu Kecamatan Trienggadeng, Panteraja, Meureudu, Meurah Dua, Bandar Baru, Bandar Dua, Jangka Buya dan Kecamatan Ulim yang lokasinya berdekatan dengan aliran sungai mengalami banjir luapan. 


Amatan Mediaapakabar.com di Pidie Jaya, lima sungai (Krueng, bahasa Aceh) besar meluap: Krueng Meureudu, Beuracan, Ulim, Cubo dan Putu serta sejumlah sungai kecil. Banjir menggenangi rumah-rumah, jalan, dan lahan pertanian masyarakat. 


Muhammad Kasem, Relawan Kemanusian Siaga Bencana di Kabupaten Pidie Jaya menyebut, banjir di Pidie Jaya akibat intensitas hujan tinggi, terpatau sejumlah lokasi banjir mencapai 1 meter. Dan beberapa Desa sudah didirikan dapur umum untuk membantu kebutuhan warga yang sedang mengalami musibah banjir. "Saat ini sudah pukul 20.00 WIB air belum surut," katanya.


Selain itu, berdasarkan informasi dari rekan-rekan relawan, banjir dengan ketinggian berkisar sedada orang dewasa juga melanda Kecamatan Jeunieb, Simpang Mamplam dan Samalanga di Kabupaten Bireuen. Sebagian warga di Samalanga sementara ini mengungsi ke gedung Dayah Ummul Ayman, Dayah Putri Muslimat, dan Dayah Baitul Ihsan. 


Adapun di Pidie, banjir melanda 11 kecamatan: Padang Tiji, Delima, Pidie, Indrajaya, Sakti, Titeue, Tangse, Keumala, Mutiara Barat, Mutiara Timur dan Glumpang Baro. "Di Pidie, air sungai Krueng Tiro, Paloh, Lala, Reubee dan Rukoh meluap ke pemukiman," ujar  Kasem.


“Hingga Sabtu sekitar pukul 20.00 WIB, banjir di daerah tersebut belum surut. Hujan deras juga masih mengguyur," katanya.


Wakil Bupati Pidie Jaya, Said Mulyadi dihubungi Mediaapakabar.com, Sabtu (21/1/2023) malam mengakui sudah melakukan pemantauan langsung ke lokasi banjir di beberapa titik yang kondisinya lumayan parah. 


"Semua Organisasi pemerintahan daerah (OPD) terkait termasuk para Camat sedang mendata korban yang terdampak banjir luapan ini. Pemkab Pidie Jaya segera menyalurkan bantuan tanggap darurat ke lokasi banjir,” pungkas Wabup. 


Pemkab juga mengimbau kepada seluruh masyarakat yang tinggal di pinggiran sungai (kali) untuk waspada, karena saat ini curah hujan tinggi dan mengingat nanti malam bulannya 30 (tanggal 30 Jumadil AkhirTahun Hijriayah) yaitu biasanya terjadi pasang besar. Dalam hal ini daerah pinggir sungai dekat laut dan sekitarnya agar lebih waspada karena dapat menimbulkan banjir kapan saja yang bersamaan dengan pasang air laut.


"Kita imbau kepada seluruh masyarakat yang tinggal di pinggiran Kreung Meureudu, dan krueng lainnya untuk tetap waspada. Apalagi saat ini memasuki curah hujan yang tinggi dan tidak menentu," ujar Waled, sapaan akrab Wakil Bupati.


Menurutnya, khusus yang tinggal di pinggiran sungai, harus waspada dan siaga, karena banjir bisa datang kapan saja.


Selain itu, untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya sudah menyiapkan beberapa anggota BPBD dan PMI di beberapa titik rawan banjir untuk siap membantu evakuasi para korban bencana banjir.


"Untuk mengantisipasi hal tersebut, kita tempatkan beberapa anggota BPBD dan PMI agar bila banjir datang, bisa langsung mengevakuasi para warga. Semoga masyarakat sudah bisa memahami hal itu, khususnya yang tinggal di pinggiran sungai (krueng)," ungkap Waled mengakhiri. (Irfan)

Share:
Komentar

Berita Terkini