Merasa jadi Korban Mafia Tanah, Keluarga Ahli Waris Demo Kantor Camat Labuhan Deli

Aris Rinaldi Nasution
Kamis, 29 Desember 2022 - 13:00
kali dibaca
Ket Foto: Keluarga Merawati berunjuk rasa ke Kantor Camat Labuhan Deli.

Mediaapakabar.com
Protes diduga ada permainan mafia tanah, puluhan orang yang merupakan keluarga ahli waris pemilik tanah menggelar unjuk rasa di Kantor Camat Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu (28/12/2022). 

Demo tersebut, berawal berjalan dengan tertib. Namun, massa kesal melihat seorang oknum petugas desa diduga ada mafia tanah. Akibatnya, terjadi adu mulut hingga kericuhan. Tapi, kericuhan berhasil diredam.


Tanah tersebut milik Merawati berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Reg. No. 139 K/TUN/2002 tanggal 21 April 2004, yang menguatkan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan no. 86/G/TUN-MDN tanggal 29 Mei 2001 yang telah berkekuatan hukum tetap.


Kantor Pertanahan Kabupaten Deli Serdang menerbitkan sertifikat hak milik (SHM) nomor 02313 Desa Helvetia Kecamatan Labuhan Deli Kabupaten Deli Serdang, atas nama Budi Kartono. 


Padahal, tanah seluas bekisar 5600 M2 tersebut milik Merawati warga Jalan Banten Desa Helvetia Kecamatan Labuhan Deli Kabupaten Deli Serdang. 


"Putusan PTUN hingga Mahkamah Agung dan putusan perdata hingga Mahkamah Agung. Bahwa tanah 5600 M2 merupakan tanah itu, milik punya ibu Herawati," sebut Andi Ardianto selaku kuasa hukum Merawati dari Ardianto Corporate Law Office.


Dengan unjuk rasa ini, Ardianto meminta kepada pihak Kecamatan Labuhan Deli dan Kantor BPN Deli Serdang untuk membatalkan segala SHM atas nama Budi Kartono. 


"Kita memiliki surat-surat sah, atas kepemilikan tanah tersebut, atas nama klien kita, ibu Herawati," sebut Ardianto.


Sementara itu, Sekretaris Desa Helvetia, Komarudin, mengakui bahwa puluhan orang yang merupakan keluarga ahli waris yang berunjuk rasa tersebut atas nama Merawati memang memiliki tanah yang sudah memiliki putusan Pengadilan setempat.


Komarudin menjelaskan dibagian depan tanah Merawati ada tanah milik Rakio hingga diterbitkan SHM atas nama Budi Kartono.


"Tanah mereka ada, sesuai dengan keputusan pengadilan. Di bagian depan ada tanah pak Rakio dan tidak meneliti surat itu," sebut Komarudin.


Komarudin mengaku bahwa setelah dilakukan penelitian tanah milik Rakio ada menyerobot tanah milik Herawati. Sehingga, ia mengatakan akan mengurai permasalahan dan menyelesaikan secepatnya masalah ini.


"Kita cari solusi, mencari bukti-bukti dukungan ke arah kesitu," jelas Komarudin. (RM/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini