Platform Jual Beli Mobil Baru dan Bekas

Platform Jual Beli Mobil Baru dan Bekas

Pengakuan ART Ferdy Sambo di Persidangan Bikin Heboh!

Aris Rinaldi Nasution
Jumat, 04 November 2022 - 09:19
kali dibaca
Ket Foto : Asisten rumah tangga (ART) Ferdy Sambo, Diryanto alias Kodir menjadi saksi kasus ITE perusakan CCTV hingga menghambat penyidikan pembunuhan Brigadir N Yosua Hutabarat dengan terdakwa Hendra Kurniawan.

Mediaapakabar.com
Asisten rumah tangga (ART) Ferdy Sambo, Diryanto alias Kodir menjadi saksi kasus ITE perusakan CCTV hingga menghambat penyidikan pembunuhan Brigadir N Yosua Hutabarat dengan terdakwa Hendra Kurniawan.

Kodir dicecar Jaksa hingga diminta untuk ditetapkan jadi tersangka lantaran keterangan yang disampaikan dinilai berbelit-belit dan bohong.

Persidangan berlangsung Kamis (3/11/2022) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel). Jaksa awalnya mencecar Kodir soal keterangan di berita acara pemeriksaan (BAP) yang menyebutkan dia tidak mengunci pintu rumah Sambo karena ada CCTV. Namun, dalam persidangan, Kodir menyebut CCTV di rumah dinas Ferdy Sambo rusak.


"Terus alasan apa saudara katakan 'Saya tidak kunci pintu, karena ada CCTV'?" tanya jaksa ke Kodir yang menjadi saksi untuk Hendra dan Agus Nurpatria di PN Jaksel, Kamis (3/11/2022).


"Setahu saya CCTV mati. Saya ke Saguling sebentar jadi pintu gerbang nggak dikunci," ujar Kodir.


Jaksa terus mencecar Kodir soal perbedaan keterangannya. Kodir mengaku keterangan yang benar adalah yang disampaikan dalam persidangan.


"Kan saudara mengatakan kepada Daden, Kuat, rumah yang di Duren Tiga sudah bersih. Pertanyaan saya kenapa kau tidak kunci pintu? Jawabannya 'karena ada CCTV sehingga tidak akan ada perampok' itu jawaban kamu kemarin. Padahal kamu bilang CCTV rusak?" tanya jaksa.


"Iya, Pak," ujar Kodir.


Kodir mengatakan CCTV di rumah dinas Sambo mati pada 8 Juli 2022 atau hari saat Yosua tewas ditembak. Hakim kemudian meminta Kodir menjawab dengan tegas apakah CCTV di rumah Sambo hidup atau mati.


"Hidup nggak CCTV-nya? tanya hakim.


"Mati, Yang Mulia," ujar Kodir.


Monitor CCTV Hitam

Kodir mengaku sudah 10 tahun bekerja dengan keluarga Sambo. Dia mengklaim CCTV di dalam rumah dinas Sambo yang menjadi TKP pembunuhan Brigadir N Yosua Hutabarat rusak.


"Kamu ART hampir 10 tahun, di TKP pas Yosua tergeletak di bawah tangga, CCTV mana yang mati?" tanya jaksa.


"Setahu saya semua. Karena di monitor nggak ada gambar sama sekali," ucap Kodir.


Kodir mengatakan monitor CCTV terdapat di depan kasur kamar Putri Candrawathi. Dia menyebut layar monitor di kamar Putri itu hitam.


"Monitor di mana?" tanya jaksa.


"Di depan kasur di ruang Bu Putri. Saya nggak bisa pastikan. Yang pasti di monitor hitam no signal," ujar Kodir.


Ngaku Bersihkan Darah dengan Serokan

Kodir, menceritakan momen dirinya membersihkan darah mendiang Brigadir N Yosua Hutabarat dari rumah dinas Ferdy Sambo. Dia mengaku membersihkan darah dengan serokan.


"Kronologi bersihin darah bagaimana?" tanya jaksa.


"Saya lagi di garasi, terus bilang, 'Mas tolong dong bersihin dalam'," kata Kodir.


Dia tak menjelaskan siapa yang menyuruhnya membersihkan bagian dalam rumah. Kodir menyebut dirinya membersihkan darah dengan serokan kayu. (DTC/MC)


Share:
Komentar

Berita Terkini