Platform Jual Beli Mobil Baru dan Bekas

Platform Jual Beli Mobil Baru dan Bekas

Anak Bupati Langkat Nonaktif Dewa Perangin-Angin Dituntut 3 Tahun Penjara

Aris Rinaldi Nasution
Selasa, 15 November 2022 - 09:44
kali dibaca
Ket Foto: Dewa Perangin Angin, anak dari Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin, dan rekannya Hendra Surbakti dituntut 3 tahun pidana penjara dalam kasus kerangkeng manusia.

Mediaapakabar.com
Dewa Perangin Angin, anak dari Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin, dan rekannya Hendra Surbakti dituntut 3 tahun pidana penjara dalam kasus kerangkeng manusia. Tuntutan itu dibacakan jaksa dalam sidang di PN Stabat.

Hal tersebut disampaikan oleh Kasi Intel Kejari Langkat Sabri Marbun. Dia mengatakan tuntutan tersebut dibacakan pada Senin (14/11/2022) pukul 18.00 WIB untuk terdakwa Dewa dan Hendra Surbakti.


Sidang tuntutan tersebut dilangsungkan di Ruang Sidang Prof. Dr. Kusumah Admadja, SH dipimpin oleh majelis hakim Halida Harini, dan dibacakan oleh JPU Baron Sidik.


"Benar, tadi pukul 18.00 tuntutan Dewa dan kawan kawan sudah selesai dibacakan di Pengadilan Negeri Stabat. Ia dan Hendra Surbakti dituntut 3 tahun penjara," ucap Sabri saat dikonfirmasi, Senin (14/11/2022).


JPU menyatakan terdakwa Dewa Perangin Angin dan Hendra Surbakti telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana melakukan perbuatan yang menyebabkan perasaan tidak enak, menderita rasa sakit dan merusak kesehatan orang lain yang mengakibatkan kematian.


"Jaksa menyatakan terdakwa Dewa dan Hendra terbukti secara sah bersalah melanggar Pasal 351 ayat (3) Jo. Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana," sambungnya.


Sebelumnya, diketahui pada sidang perdana yang diadakan di PN Stabat kedua terdakwa telah didakwa oleh JPU melanggar hukum sesuai Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP atau 351 ayat (3) KUHP, atas kematian Sarianto Ginting penghuni kerangkeng manusia milik Terbit Rencana.


Namun, kedua terdakwa telah mengabulkan permohonan restitusi untuk tunjangan kematian ahli waris para korban kerangkeng tersebut. Kedua terdakwa juga diketahui telah mengabulkan permohonan restitusi senilai Rp 265 Juta untuk tunjangan kematian ahli waris para korban. (DTS/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini