Platform Jual Beli Mobil Baru dan Bekas

Platform Jual Beli Mobil Baru dan Bekas

Aksi Biadab Pelajar di Tapsel Tendang Nenek hingga Tersungkur

Aris Rinaldi Nasution
Senin, 21 November 2022 - 08:37
kali dibaca
Ket Foto: Tangkapan layar video viral pelajar tendang nenek di Tapsel (Istimewa)

Mediaapakabar.com
Video yang menunjukkan aksi pelajar menendang seorang wanita tua membuat heboh media sosial. Ternyata peristiwa itu terjadi di Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara (Sumut).

Dilansir dari detikSumut, Minggu (20/11/2022), dari video terlihat ada sejumlah pelajar berpakaian pramuka dengan mengendarai sepeda motor. Mereka lalu mendekati seorang nenek di pinggir jalan.


Kemudian, salah satu di antara mereka turun dan menendang nenek tersebut. Karena tendangan itu, wanita tua itu pun jatuh tersungkur.


Terlihat nenek itu seperti berteriak meminta tolong sembari berjalan pergi dari para pelajar tersebut. Sementara para pelajar itu langsung beranjak pergi meninggalkan lokasi dengan sepeda motornya.


Kapolres Tapanuli Selatan (Tapsel) AKBP Imam Zamroni mengatakan pihaknya telah melakukan penyelidikan terhadap video tersebut. Saat ini, sudah ada enam orang yang diamankan.


"Enam orang (diamankan), yang di video menendang itu ada lima terlihat dalam video yang video pemukulan dengan kayu ada empat pelaku yang dalam video namun kalau digabungkan hanya enam pelaku dari kedua kejadian," ucap Imam.


Imam menyebut ada dua peristiwa yang terjadi dengan korban yang sama. Kedua peristiwa itu sama-sama direkam.


Pertama, video tersebut diambil pada bulan September akan tetapi viralnya bersamaan kemarin. Dalam video ini, ada empat orang yang melakukan pemukulan dengan kayu kepada wanita tua tersebut.


Video kedua diambil pada Sabtu kemarin sekitar pukul 11. Dalam video itu, ada lima orang dan salah satunya menendang ibu tersebut.


"Terus hari Sabtu kemarin sekitar jam 11 kejadiannya, yang terlihat dalam video melakukan penganiayaan menendang salah satu pelaku kepada ibu korban yang sama dengan kejadian sebelumnya itu ada lima orang. Namun mereka dalam kelompok pelajar atau pemuda yang sama dan dari dua kejadian tersebut pelakunya ada enam orang," ujar Imam.


"Yang di video menendang itu ada lima terlihat, dalam video pemukulan dengan kayu ada empat pelaku yang dalam video namun kalau digabungkan hanya enam pelaku dari kedua kejadian," tambah Imam.


Imam mengatakan pada pelaku itu merupakan pelajar salah satu SMK di Tapsel. Mereka rata-rata duduk di kelas 11 dengan usia rata-rata 15 sampai 16 tahun.


"Para pelaku masih usia pelajar rata-rata di usia 15 sampai 16 tahun, dan para pelaku masih dalam menjalankan pendidikan SMK yang ada di Tapsel, rata- rata di kelas 11," ujar Imam.


Imam menyebut pihaknya berkoordinasi dengan pihak Bapas untuk proses pemeriksaan lanjut dalam perlengkapan berkas perkara. Karena, penanganan para pelaku masih di bawah umur


"Sesuai dengan ketentuan kita harus didampingi oleh Bapas terkait dengan penanganan para pelaku di bawah umur," ujar Imam.


Selain itu, sambil perlengkapan berkas. Imam menyebut pihaknya juga telah mengundang para orang tua pelajar itu, kepala desa dan tokoh adat di mana tempat mereka tinggal. Kemudian juga mengundang kepala sekolah tempat mereka bersekolah dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Sumut.


"Untuk kami bermohon kepada orang tua ataupun para tokoh adat,pihak sekolah, pihak pendidikan untuk sama-sama melaksanakan pembinaan. Dari orang tua juga memberikan karakter yang baik, dari pihak sekolah untuk sambil kita berproses penanganan perkara, kelengkapan berkas perkara, dari pihak sekolah juga berikan pembinaan secara sosial maupun pemberian sanksi sesuai kategori pelanggaran yang dilakukan dari masing masing para pelaku dalam video," ujar Imam.


Sejauh ini, keenam pelaku masih diperiksa di Polres Tapsel. Apabila hari ini, belum selesai proses pemeriksaan ya maka diserahkan ke pihak keluarga untuk diawasi serta dilakukan pembinaan.


"Apabila hari ini belum selesai dalam proses pemeriksaan kami serahkan kepada pihak orang tua untuk melaksanakan pengawasan dan pembinaan dan juga pihak sekolah sehingga para pelaku juga masih bisa melakukan aktivitas pendidikan kalaupun tidak diberikan sanksi oleh pihak sekolah sekaligus juga kami nanti berkoordinasi dengan Bapas terkait dengan penanganan baik dalam pemeriksaan maupun dalam penanganan selanjutnya," ujar Imam.


Sementara untuk korban diduga kuat merupakan orang dalam gangguan jiwa (ODGJ). Korban saat ini telah dititipkan ke Dinas Sosial (dinsos) Tapsel untuk direhabilitasi. Petugas saat ini tengah mencari keberadaan keluarga daripada korban.


"Orang dalam gangguan jiwa yang mana tidak dapat memberikan keterangan secara pasti apa yang kita butuhkan sehingga langkah kami kepada korban tadi pagi kita melaksanakan pemeriksaan kesehatan ke RS sekaligus kami memohon visum kepada dokter pemeriksa," ujar Imam.


"Kami melakukan koordinasi dengan Dinsos Tapsel untuk bersama sama mencari dari keluarga dari ibu dari ODGJ tersebut untuk kami bisa kembalikan kepada pihak keluarga sekaligus kami nanti bisa mengambil keterangan saksi dari pihak keluarga. Untuk saat ini, tadi pagi sudah kami serahkan ke pihak Dinsos untuk dilaksanakan rehabilitasi untuk ibu yang dalam video tersebut sebagai korban," pungkasnya. (DTS/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini