Platform Jual Beli Mobil Baru dan Bekas

Platform Jual Beli Mobil Baru dan Bekas

Mahfud MD Pimpin Tim Pencari Fakta Usut Tragedi Kanjuruhan

Aris Rinaldi Nasution
Senin, 03 Oktober 2022 - 14:08
kali dibaca
Ket Foto : Seorang penonton korban kerusuhan dibawa untuk dievakuasi dalam pertandingan sepak bola antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di stadion Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur, Sabtu, 1 Oktober 2022. 

Mediaapakabar.com
Pemerintah membentuk tim gabungan independen pencari fakta (TGIPF) dalam rangka mengusut tragedi Kanjuruhan. Tim pencari fakta untuk mengusut kerusuhan usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022) itu bakal dipimpin oleh Menkopolhukam, Mahfud MD.

“Untuk mengungkap kasus atau peristiwa Kanjuruhan yang terjadi pada tanggal 1 Oktober 2022 maka pemerintah membentuk tim gabungan independen pencari fakta atau TGIPF yang akan dipimpin langsung Menkopolhukam,” kata Mahfud saat jumpa pers di Kantor Kemenko Polhukam, Senin (3/10/2022).


Mahfud menerangkan, keanggotaan tim tersebut bakal ditetapkan paling lama dalam waktu 24 jam ke depan. Tim tersebut terdiri dari pejabat atau perwakilan kementerian terkait, organisasi profesi olahraga sepak bola, pengamat, akademisi, dan media massa.


“Nanti akan diumumkan secepatnya, itu yang tugasnya kira-kira akan bisa diselesaikan diupayakan selesai dalam dua atau tiga minggu ke depan,” tutur Mahfud.


Diberitakan, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengungkapkan jumlah korban meninggal dunia dalam tragedi Kanjuruhan sebanyak 130 orang. Muhadjir meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk segera menginvestigasi kerusuhan yang terjadi usai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya tersebut.


Menko Muhadjir mengatakan dari laporan yang diterimanya, kondisi di dalam stadion sangat berantakan. "Temuannya tidak karu-karuan. Chaos," katanya.


Ia menegaskan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memerintahkan pengusutan secara tuntas tragedi Kanjuruhan. Ditegaskan, harus ada pihak yang bertanggung jawab atas tragedi berdarah tersebut. (BC/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini