Kim Jong Un Pantau Uji Rudal untuk Serang Korsel: Kami Ogah Dialog

REDAKSI
Senin, 10 Oktober 2022 - 10:41
kali dibaca
Ket Foto : Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, memantau uji coba rudal yang dilakukan negaranya dua pekan belakangan sebagai latihan menyerang Korea Selatan. (KCNA via Reuters)

Mediaapakabar.com
Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, memantau langsung uji coba rudal yang dilakukan negaranya dua pekan belakangan sebagai latihan untuk menyerang Korea Selatan.

Terbaru, Kim juga memantau langsung uji coba dua rudal pada Minggu (9/10/2022). Ini merupakan uji coba rudal ketujuh yang digelar Korut dalam dua pekan ini, menunjukkan keengganan negara itu berdialog soal denuklirisasi.


"Meski musuh terus membicarakan tentang dialog dan negosiasi, kami tak mau dan kami merasa tak ada kepentingan untuk melakukan itu," ujar Kim, seperti dilansir kantor berita KCNA, sebagaimana dikutip Reuters.


Melalui pemberitaan KCNA itu, Korut menyatakan bahwa mereka menggelar uji coba ketujuh ini sebagai tanggapan atas latihan gabungan Korea Selatan dan Amerika Serikat beberapa hari terakhir.


Korsel dan AS memang menggelar latihan militer sebagai tanggapan atas serangkaian uji coba rudal Korut. Namun, sejak dulu Korut selalu menganggap latihan militer AS dan Korsel sebagai persiapan untuk menginvasi negaranya.


Kini, Korut pun menyatakan bahwa mereka harus menguji coba kembali rudal mereka untuk mengasah kesiapan dan kemampuan pasukan tempur nuklir mereka.


"Keefektifan dan kemampuan tempur pasukan nuklir kami benar-benar terlihat. Mereka benar-benar siap menyerang dan menghancurkan target kapanpun dari mana pun," tulis KCNA.


KCNA kemudian menjabarkan bahwa berdasarkan latihan terbaru ini, mereka yakin rudal Korut dapat menghantam fasilitas komando militer, pelabuhan utama, dan melumpuhkan bandara di Korsel.


Sejumlah pengamat langsung menyoroti jenis-jenis rudal yang belakangan dipamerkan Korut. Berdasarkan laporan KCNA, Korut sudah menggunakan rudal balistik menggunakan hulu ledak nuklir tiruan.


Seorang pengamat dari Carnegie Endowment for International Peace, Ankit Panda, mengatakan bahwa klaim Korut ini berbeda dengan pernyataan mereka sebelumnya.


Selama ini, Korut mengaku hanya memiliki satu rudal yang memiliki kapabilitas taktis. Namun dalam pernyataan belakangan ini, Korut menegaskan bahwa mereka punya banyak sistem yang bisa digunakan untuk keperluan taktis.


Para analis pun mulai khawatir Korut dapat membawa bahaya yang lebih besar dari perkiraan sebelumnya. (Reuters/CNNI)

Share:
Komentar

Berita Terkini