Platform Jual Beli Mobil Baru dan Bekas

Platform Jual Beli Mobil Baru dan Bekas

Jaksa Masuk Sekolah, Ini Pesan Asintel Kejati Kepri kepada Siswa-Siswi SMKN 2 Batam

Aris Rinaldi Nasution
Senin, 31 Oktober 2022 - 15:05
kali dibaca
Ket Foto : Asintel Kejati Kepri Dr Lambok Sidabutar ketika bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam Upacara Penaikan Bendera di SMKN 2 Batam, Senin tanggal 31 Oktober 2022 pagi.

Mediaapakabar.com
Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepulauan Riau (Kepri) melalui divisi Penerangan Hukum Bidang Intelijen Kejati Kepri menggelar kegiatan Penyuluhan Hukum bertajuk Jaksa Masuk Sekolah Sekolah (JMS) di SMKN 2 Batam.

Penyuluhan hukum di SMKN 2 Batam tersebut mengusung Tema Bijak dan Beretika dalam Bermedia Sosial berdasarkan UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).


Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kepulauan Riau Gerry Yasid melalui Asisten Intelijen (Asintel) Dr. Lambok Sidabutar menerangkan bahwa ada beberapa perbuatan yang dilarang dalam UU ITE antara lain menyebarkan video asusila, melakukan judi online, pencemaran nama baik, pemerasan dan pengancaman, menyebarkan berita bohong, ujaran kebencian serta melakukan teror online. 


Hal itu disampaikan Asintel Kejati Kepri Dr Lambok Sidabutar ketika bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam Upacara Penaikan Bendera di SMKN 2 Batam, Senin tanggal 31 Oktober 2022 pagi.


Mendengarkan pesan dari Asintel Kejati Kepri, ribuan siswa/i dari SMKN 2 Batam yang sekolahnya dikenal dengan Motto "Bersih Enak Rajin Maju Ulet Terampil Unggul (BERMUTU) menyimak dengan bersemangat dan antusias.


Diikuti juga oleh Kabid Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau Heru Sulistyo, Kabid Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau Osnardi dan Kepala SMKN 2 Batam Nursya'bani beserta seluruh Guru dan Staff pada SMKN 2 Batam.


"Melalui kegiatan JMS ini, Jaksa mendekatkan siswa dengan Aparat Penegak Hukum khususnya Kejati Kepri sehingga anak didik lebih tahu dan melek hukum terlebih dengan UU ITE ini agar anak didik dalam bermedia sosial lebih bijak dan tidak menyebarkan berita-berita hoax serta tidak membuat tulisan-tulisan atau mendistribusikan gambar atau video yang melanggar UU ITE sehingga terwujud pembinaan hukum sejak dini dalam rangka pencegahan," ucap Asintel Kejati Kepri Dr. Lambok Sidabutar.


Mengakhiri amanatnya, Dr. Lambok Sidabutar menyampaikan bahwa Program Jaksa Masuk Sekolah merupakan program unggulan dari Bidang Intelijen Kejaksaan RI dengan melakukan penyuluhan ke sekolah-sekolah karena anak didik di sekolah adalah Generasi Muda Penerus Bangsa yang sejak dini dikenalkan dengan profesi Jaksa termasuk tugas dan wewenang Jaksa sebagai Aparat Penegak Hukum.


"Sehingga dilaksanakan penyuluhan hukum terkait bijak dan beretika dalam bermedia sosial menurut UU ITE untuk memahami tentang resiko dan tanggung jawab pidana dari setiap pelanggaran UU ITE yang memuat sanksi pidana atau hukuman yang akhirnya anak didik di sekolah dapat mencegah dan terhindar dari segala pelanggaran UU ITE yang dapat merusak masa depan anak didik dan merugikan nama baik keluarga serta sekolah," pungkasnya. (MC/DAF)

Share:
Komentar

Berita Terkini