Platform Jual Beli Mobil Baru dan Bekas

Platform Jual Beli Mobil Baru dan Bekas

Dubes Rusia Ancam AS: Setop Bantu Ukraina atau Perang Meluas

Aris Rinaldi Nasution
Selasa, 11 Oktober 2022 - 19:35
kali dibaca
Ket Foto : Rusia meluncurkan lebih dari 84 rudal ke sejumlah kota Ukraina pada Senin (10/10/2022).

Mediaapakabar.com
Duta Besar Rusia untuk Amerika Serikat, Anatoly Antonov, mengklaim bantuan dari Barat ke Ukraina akan membuat perang semakin meluas. 

"Kami mendesak Amerika Serikat dan sekutunya agar tidak melewati 'garis merah' yang sedang mereka dekati. Berhenti memberikan senjata mematikan ke rezim Kyiv," kata Antonov dalam sebuah pernyataan dari Kedutaan Besar Rusia untuk AS, Senin (10/10/2022), dikutip dari CNN.


"Bantuan seperti itu, termasuk memberikan bantuan intelijen, instruktur, dan panduan perang kepada Kyiv, bisa berujung pada eskalasi yang lebih jauh besar dan meningkatkan risiko bentrok antara Rusia dan NATO," lanjutnya.


Selain itu, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov turut mewanti-wanti bahaya bantuan Barat ke Ukraina. 


"Kami memperingatkan dan berharap mereka sadar bahaya dari eskalasi yang tidak terkontrol di Washington dan ibu kota negara Barat lain," kata Ryabkov dalam media Rusia, RIA, pada Selasa (11/10/2022).


Sebagaimana diberitakan Reuters, Ukraina meminta bantuan pertahanan udara dari Barat usai Rusia meluncurkan lebih dari 84 rudal ke sejumlah kota di negara itu pada Senin (10/10).


Pejabat layanan darurat Ukraina menuturkan sebanyak 19 orang tewas dan 105 lainnya terluka akibat serangan ini.


Selain itu, sebanyak 301 pemukiman di Kyiv, Lviv, Sumy, Ternopil, dan Khmelnytsky mati lampu pada Selasa (11/10) pagi.


Merespons serangan Rusia, Presiden AS Joe Biden dalam panggilan telepon pada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berjanji bakal memberikan sistem pertahanan udara canggih ke Ukraina. 


Selain AS, Jerman juga menjanjikan sistem pertahanan udara ke Ukraina.


Menteri Pertahanan Jerman, Christine Lambrecht, menuturkan negaranya akan mengirimkan empat sistem pertahanan udara IRIS-T SLM ke Ukraina. (CNNI/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini