Ternyata Orang Paling Kaya di ASEAN Itu Bos Nugget Fiesta, Hartanya Rp 549 Triliun

Aris Rinaldi Nasution
Rabu, 28 September 2022 - 20:15
kali dibaca
Ket Foto : Keluarga Chearavanont merupakan orang paling kaya di Asia Tenggara. Dikutip dari Forbes jumlah hartanya mencapai US$ 36,6 miliar atau setara dengan Rp 549 triliun dengan asumsi kurs Rp 15.000.

Mediaapakabar.com
Keluarga Chearavanont merupakan orang paling kaya di Asia Tenggara. Dikutip dari Forbes jumlah hartanya mencapai US$ 36,6 miliar atau setara dengan Rp 549 triliun dengan asumsi kurs Rp 15.000.

Di Asia, keluarga ini menduduki posisi ke empat terkaya dengan perusahaan Charoen Pokphand Group. Di Indonesia, perusahaan ini memiliki produk makanan olahan seperti nugget Fiesta, Champ sampai makanan untuk ternak.


Pemilik bisnis ini terdiri dari Jaran Chiaravanon, Montri Jiaravanon, Sumet Jiaravanon dan Dhanin Chearavanont.


Perusahaan Charoen Pokphand Group ini dimulai pada 1921 lalu. Saat itu dua orang saudara Chia ek Chor dan Choncharoen Chiaravanont membuka toko yang menjual benih hasil impor dari China untuk para petani di Thailand.


Pada 1980 saat China mulai membuka diri untuk bermitra dengan perusahaan asing. Charon Pokhpand Group juga mulai bekerja sama dengan beberapa perusahaan seperti Honda, Wal Mart dan Tesco.


Saat ini C.P Group merupakan perusahaan konglomerasi terbesar di Asia. Perusahaan ini bergerak di bidang pertanian, telekomunikasi, pemasaran, distribusi dan logistik, perdagangan internasional, petrokimia, pengembangan properti dan lahan, tanaman terintegrasi, asuransi, otomotif dan makanan ternak atau hewan peliharaan.


Hingga pada 1995 keluarga ini berhasil mengumpulkan kekayaan hingga US$ 5,5 miliar dan menjadikan mereka sebagai keluarga China Thailand terkaya.


Dikutip dari Nikkei Asia, Dhanin menyebutkan arti nama Charoen adalah kemakmuran dan pokphand adalah produk peternakan dan pertanian.


Perjalanan bisnis perusahaan ini tak mulus. Ada tantangan yang mereka temui saat krisis moneter melanda pada 1997 lalu. Apalagi saat itu perusahaan memiliki banyak investasi dan utang dalam bentuk dolar AS.


Dhanin sebagai penerus perusahaan keluarga berupaya sekuat tenaga untuk menyelamatkan perusahaan dari krisis. Dia melakukan berbagai strategi yaitu penundaan bayar utang, menyetop beberapa proyek pendanaan dan menjual aset-aset perusahaan. (DTC/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini