Ekonom Sebut Masyarakat Lebih Butuh BBM Murah Ketimbang IKN dan Kereta Cepat

Aris Rinaldi Nasution
Rabu, 07 September 2022 - 17:11
kali dibaca
Ket Foto : Ilustrasi. Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai keputusan pemerintah menaikkan harga BBM subsidi sangat yang tidak tepat.

Mediaapakabar.com
Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai keputusan pemerintah menaikkan harga BBM subsidi sangat yang tidak tepat.

Sebab, kenaikan harga BBM akan memicu stagflasi dan membuat masyarakat sudah jatuh tertimpa tangga berkali-kali.


Menurut Bhima, seharusnya pemerintah menambah kuota subsidi BBM jenis Pertalite dan Solar untuk 2022.


"Kuota BBM subsidi terancam habis pada Oktober-November mendatang. Ketersediaan BBM subsidi lebih dibutuhkan masyarakat ketimbang IKN dan kereta cepat," ujar Bhima dikutip dari jpnn.com, Rabu (7/9/2022).


Selain itu, proyek yang dialihkan untuk menambah alokasi subsidi BBM sebaiknya ditunda sehingga dana Penyertaan Modal Negara (PMN) bisa dialihkan ke alokasi BBM


"Malaysia saja kan pernah mencontohkan pembangunan ibu kota negara di Putrajaya sempat tertunda akibat krisis moneter 1998. Ketika terjadi krisis maka perlu dilakukan berbagai rasionalisasi karena jika dipaksa khawatir proyek akan jadi beban akibat cost overrun naik signifikan," ungkap Bhima.


"Ada kebutuhan anggaran yang mendesak, seperti subsidi BBM, bahan pangan untuk menjaga daya beli masyarakat," tegasnya. (JPNN/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini