Dengan Senyuman, Putin Ingatkan Ukraina: Perang Bisa Lebih Serius!

Aris Rinaldi Nasution
Sabtu, 17 September 2022 - 09:15
kali dibaca
 Ket Foto : Presiden Rusia Vladimir Putin (Getty Images/Contributor)

Mediaapakabar.com
Presiden Rusia Vladimir Putin menepis soal serangan balasan Ukraina dengan senyuman, dan mengingatkan bahwa Rusia akan merespons lebih keras jika pasukannya mendapat tekanan lebih lanjut.

Dilansir dari kantor berita Reuters, Sabtu (17/9/2022), berbicara setelah KTT Organisasi Kerjasama Shanghai di kota Samarkand, Uzbekistan, Putin menyebut invasi itu sebagai langkah yang diperlukan untuk mencegah apa yang dia katakan sebagai rencana Barat untuk memecah belah Rusia.


Moskow, katanya, tidak terburu-buru di Ukraina. Dan tujuannya tetap tidak berubah.


"Otoritas Kyiv mengumumkan bahwa mereka telah meluncurkan dan sedang melakukan operasi serangan balasan yang aktif. Mari kita lihat bagaimana perkembangannya, bagaimana akhirnya," kata Putin sambil tersenyum.


Itu adalah komentar publik pertama Putin tentang kekalahan pasukan Rusia di wilayah Kharkiv, Ukraina seminggu yang lalu, yang telah memicu kritik publik yang luar biasa keras dari para komentator militer Rusia.


Rusia kemudian menyerang infrastruktur Ukraina sebagai respons - termasuk bendungan reservoir dan pasokan listrik - dan Putin mengatakan serangan itu bisa menjadi lebih buruk.


"Baru-baru ini, angkatan bersenjata Rusia telah melakukan beberapa serangan sensitif. Anggap saja itu adalah peringatan. Jika situasinya terus berkembang seperti ini, maka responsnya akan lebih serius," tegas Putin.


Ditanya apakah apa yang dia sebut "operasi militer khusus" perlu dikoreksi, Putin berkata: "Rencana itu tidak dapat disesuaikan."


"Tujuan utamanya adalah pembebasan seluruh wilayah Donbas," cetus Putin.


Donbas terdiri dari dua provinsi yang sebagian besar penduduknya berbahasa Rusia di Ukraina timur - Luhansk, yang sekarang sepenuhnya berada di bawah kendali Rusia dan pasukan separatis yang didukung Rusia, dan Donetsk, yang sebagian mereka kendalikan.


Namun, Rusia sekarang menempati sekitar seperlima dari Ukraina secara keseluruhan, termasuk sebagian besar provinsi Zaporizhzhia dan Kherson di Ukraina selatan, selain Krimea, yang dicaploknya pada tahun 2014 dan dianggap sebagai bagian dari Rusia. (DTC/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini