Bantah Sediakan Jet Pribadi, Robert Akui Kenal Brigjen Hendra

Aris Rinaldi Nasution
Selasa, 20 September 2022 - 10:33
kali dibaca
Ket Foto : Ilustrasi private jet (Angga Riza/detikcom)

Mediaapakabar.com
Penyedia jet pribadi atau private jet untuk perjalanan Brigjen Hendra Kurniawan ke Jambi disebut IPW adalah 2 orang sipil. Hendra ke Jambi untuk menemui keluarga Brigadir J atau Nofriansyah Yoshua Hutabarat.

Satu dari dua orang sipil itu disebut adalah Robert Bonosusatya. Robertpun membantah pernyataan IPW. "Tidak benar itu, tidak benar sama sekali. Bukan saya, mana ada saya jet pribadi," kata Robert dilansir detikNews, Selasa (20/9/2022).


Hanya saja Robert mengaku kenal dan berteman dengan Brigjen Hendra. Bahkan ketika Hnamendra masih berpangkat AKBP atau melati dua.


"Hendra kenal dari zaman dahulu. Sudah lama sekali saya kontak dia sejak lima atau 6 tahun. Waktu itu dia masih AKBP," katanya.


Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso, secara gamblang menyebut pemilik private jet itu. Kata dia


"Nama (pemilik jet) ini dalam catatan IPW adalah ketua konsorsium judi online," ujar Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso dilansir detikNews, Selasa (20/9/2022).


Lokasi pemilik private jet itu, menurut Sugeng tidak jauh dari kantor Mabes Polri. "Bermarkas di Jalan Gunawarman, Jakarta Selatan, yang hanya berjarak 200 meter dari Mabes Polri," ungkapnya.


Berdasarkan catatan Sugeng, private jet yang ditumpangi Brigjen Hendra pada 11 Juli 2022 sering dipakai bos perusahaan yang juga mantan narapidana kasus korupsi.


"Private jet T7-JAB diketahui sering dipakai oleh seorang bos perusahaan, yang juga mantan narapidana kasus korupsi sekaligus pemilik hotel di Bali, dalam penerbangan bisnis Jakarta-Bali," katanya.


Maka dari itu, dia mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengusut hal tersebut. Selain itu penelusuran pemiliki private jet yang merupakan bos konsorsium 303 dengan Ferdy Sambo juga dianggapnya perlu dilakukan.


"Timsus bentukan Kapolri perlu menelusuri hubungan tali-temali antara Kaisar Sambo, dana judi online sebesar Rp 155 triliun milik Konsorsium 303, dengan dua orang sipil dalam kaitan pemberian dukungan kepada pencalonan capres tertentu pada 2024 di mana Irjen Ferdy Sambo ingin menjadi Kapolrinya," kata Sugeng.


Terlebih, menurut Sugeng, Pusat Pelaporan Transaksi dan Analisis Keuangan (PPATK) telah menemukan adanya temuan uang triliunan dari judi online.


"IPW meminta tim khusus Polri menjelaskan keterlibatan 2 orang sipil dalam kasus Sambo Konsorsium 303. Sekaligus membongkar peranannya, menyusul terungkapnya pemakaian private jet oleh Brigjen Pol Hendra Kurniawan dalam kaitan temuan uang Rp 155 Triliun oleh PPATK dari judi online," ucap Sugeng. (DTC/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini