Platform Jual Beli Mobil Baru dan Bekas

Platform Jual Beli Mobil Baru dan Bekas

PPATK Bicara Transaksi Judi Online, Ratusan Triliun Mengalir hingga Kamboja

Aris Rinaldi Nasution
Selasa, 23 Agustus 2022 - 02:37
kali dibaca

Ket Foto: Kepala PPATK Ivan Yustiavandana saat konferensi pers.


Mediaapakabar.com
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) berbicara soal aktivitas judi online di Indonesia yang kian merebak di masyarakat. PPATK menyatakan bahwa ada dana ratusan triliun yang mengalir hingga ke negara lain.

Dilansir detikFinance, PPATK sejak 2019 hingga 2022 menyampaikan kepada aparat penegak hukum tidak kurang dari 25 kasus judi online. Belum lagi periode sebelumnya dengan nilai yang sangat fantastis.


Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana mengemukakan bahwa pelaku judi online sangat mahir. Terutama dalam menghilangkan jejak melalui kemajuan teknologi.


"Mereka kerap melakukan pergantian situs judi online baru, berpindah-pindah dan berganti rekening. Bahkan menyatukan hasil judi online tersebut dengan bisnis yang sah," kata Ivan dalam keterangannya, Senin (22/8/2022).


Ivan menegaskan perlu kerja sama yang baik antara aparat penegak hukum maupun masyarakat sebagai entitas terdekat dengan aktivitas judi online maupun judi darat.


"PPATK tentu berkolaborasi dengan aparat penegak hukum dengan memberikan sejumlah informasi intelijen keuangan mengenai aliran dana yang diindikasikan terkait dengan judi online dan secara simultan melakukan koordinasi," tegasnya.


Aliran dana dari pantauan PPATK yang terindikasi judi online mengalir ke berbagai negara di kawasan Asia Tenggara seperti Thailand, Kamboja, Filipina. Makanya PPATK telah berkoordinasi dengan lembaga intelijen keuangan di negara tersebut.


Selain ke beberapa negara di atas, aliran dana terindikasi judi online ini pun diduga mengalir hingga ke negara 'tax haven'. Oleh sebab itu, ini akan menjadi tantangan tersendiri untuk menelusuri aset yang nilainya mencapai ratusan triliun per tahunnya dan membawanya kembali ke Indonesia (repatriasi).


Kegiatan judi online ini, lanjut Ivan, juga menjadi marak karena besarnya pemain judi online di masyarakat sehingga penyedia judi online terus tumbuh dan dengan mudah berubah bentuk apabila operasi mereka terdeteksi oleh penegak hukum.


Lebih lanjut Ivan mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak lagi tergiur dengan berbagai bentuk judi online, dan dapat bekerja sama memberikan informasi penting terkait dengan judi online melalui kanal pengaduan publik aparat penegak hukum maupun pengaduan pencucian uang PPATK.


"Informasi yang valid akan mempercepat suatu proses penelusuran aliran dana. Oleh sebab itu, partisipasi masyarakat penting untuk mengungkap seluruh pihak yang dimungkinkan terlibat dalam pertumbuhan subur aktivitas judi online di Indonesia," bebernya.


Selain dengan masyarakat, kolaborasi dengan berbagai pihak terkait juga menjadi kunci keberhasilan pemberantasan dan pencegahan judi online maupun darat, seperti keterlibatan Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam pengawasan dan penghentian sejumlah Penyelenggaraan Sistem Elektronik terindikasi judi online. (DTC/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini