Platform Jual Beli Mobil Baru dan Bekas

Platform Jual Beli Mobil Baru dan Bekas

Penjual Chip Domino Ditangkap, Pakar Hukum: Harusnya Kominfo Blokir Aplikasi

Aris Rinaldi Nasution
Minggu, 21 Agustus 2022 - 13:24
kali dibaca
Ket Foto : Ilustrasi.

Mediaapakabar.com
Polisi Surabaya saat ini gencar memburu penjual chip domino. Polisi menilai, jual chip domino tergolong perjudian, Pakar Hukum Pidana Unair I Wayan Titip Sulaksana lantas mempertanyakan asas legalitas larangan penjualan chip domino.

Wayan menjelaskan, asas legalitas adalah suatu asas yang mengatur bahwa seseorang dapat dipidana apabila sudah ada peraturan hukum yang mengatur tentang tindakan sebelumnya. Kalau tidak ada peraturan sebelumnya, maka seseorang tidak bisa dipidana.


"Saya tanya, jual beli chip domino itu apa sudah ada larangan dari pemerintah atau belum. Kalau sudah ada, ya harusnya Kominfo memblokir aplikasi tersebut. Karena aplikasi itu juga menjual chip. Kalau belum, atas dasar apa polisi menangkap penjual chip itu?" papar Wayan dilansir dari detikJatim, Minggu, 21 Agustus 2022.


Menurut Wayan, penjual chip domino itu sama halnya dengan para penjual kartu remi atau kartu domino. Para pembeli, belum tentu menggunakan alat-alat tersebut untuk melakukan perjudian.


"Sekarang gini, apa bedanya ketika menjual dan membeli kartu domino? Misalnya, saya beli kartu domino di toko, apakah saya dan penjualnya bisa ditangkap polisi? Kemudian saya main domino, yang kalah pakai jepretan jemuran baju, itu nggak bisa ditangkap," kata Wayan.


Selain itu, Wayan juga memberi contoh acara jalan sehat. Dalam setiap kegiatan jalan sehat ada kupon berhadiah. Panitia mewajibkan peserta memiliki kupon untuk bisa berkesempatan mendapatkan hadiah.


"Saya kasih contoh lagi. Misal besok ada jalan sehat, ada penjualan kupon. Satu kupon hargannya Rp 2.000. Terus ada yang beli satu gebok, karena ingin memenangkan hadiah sepeda motor, mobil, kulkas atau lainnya. Yang dapat hadiah untung, yang nggak dapat rugi, itu bisa dikategorikan sebagai judi. Kenapa nggak dilarang sama negara, karena nggak ada aturannya. Makanya, negara harus mengatur dulu untuk chip ini," tegas Wayan.


Mengategorikan perjudian atau tidak, lanjut Wayan, tergantung niatnya. Dalam membuktikan niat seseorang membeli chip domino untuk berjudi itu harus melihat asas legalitas.


"Kalau hanya sekadar ada transaksi dan ada unsur untung rugi di situ, apa bedanya sama orang berdagang atau acara jalan sehat dengan kupon?" ungkap Wayan.


Sebelumnya, IS, seorang penjual chip domino ditangkap Polsek Krembangan, Surabaya pada Selasa (9/8). IS dibekuk polisi saat nongkrong di warkop, Jalan Kalianak Timur Surabaya.


Kapolsek Krembangan AKP Sudaryanto menjelaskan, pria berambut gondrong itu diringkus ketika tengah asyik bermain Higgs Domino dengan menggunakan chip. Saat diperiksa, rupanya pelaku tak hanya bermain, tapi juga menjual chip Domino.


Dari penjualan itu, pelaku mengaku kerap memperoleh keuntungan berupa uang dari hasil penjualan chip. Pelaku sendiri ditangkap saat polisi menggelar razia dan mendapat informasi terkait perjudian online.


"Anggota Reskrim Polsek Krembangan melakukan patroli usai mendapat informasi ada perjudian chips domino dengan menjual chip. Saat didalami, pelaku menjual dan mendapat keuntungan berupa uang (dari hasil penjualan chip)," kata Sudaryanto, Sabtu (13/8).


Tak hanya mengamankan pelaku, polisi juga menyita barang bukti 3 unit smartphone yang juga memuat aplikasi Higgs Domino untuk sarana judi, rekapitulasi penjualan chip dan uang Rp 5.520.000. (DTC/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini