JPU Tuntut Mati Pria yang Bawa 25 Kg Sabu, Hakim Vonis 20 Tahun Penjara

Aris Rinaldi Nasution
Selasa, 02 Agustus 2022 - 20:08
kali dibaca
Ket Foto : Majelis Hakim yang diketuai Abdul Kadir saat membacakan putusan di ruang Cakra 7 Pengadilan Negeri Medan.

Mediaapakabar.com
Iswandi Siahaan (43) terdakwa perkara Narkotika yang didakwa membawa 25 kilogram sabu lolos dari hukuman mati. Sebab, majelis hakim yang diketuai Abdul Kadir menjatuhkan pidana penjara selama 20 tahun kepada warga asal Kota Tanjung Balai tersebut.

"Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Iswandi Siahaan dengan pidana penjara selama 20 tahun," kata hakim Abdul Kadir dalam persidangan yang digelar secara video teleconference (virtual) di ruang Cakra 7 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa, 02 Agustus 2022.

 

Selain pidana penjara, majelis hakim juga membebankan terdakwa Iswandi dengan membayar denda Rp1 miliar apabila tidak dibayar maka diganti dengan pidana penjara selama 6 bulan.


Dalam nota putusannya, majelis hakim menilai perbuatan terdakwa Iswandi terbukti bersalah melanggar Pasal 114 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. 


"Yakni tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I dalam bentuk bukan tanaman beratnya lebih dari 5 gram," sebut hakim Abdul Kadir.


Adapun hal yang memberatkan, sambung hakim, karena perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas tindak pidana narkotika. 


"Sementara itu, hal yang meringankan karena terdakwa bukan tergolong kurir sabu, terdakwa baru pertama mengantar sabu untuk mengharapkan upah dan upah tersebut belum dinikmati oleh terdakwa, selama persidangan terdakwa bersikap sopan, dan mengakui perbuatannya," kata Hakim. 


Menanggapi putusan itu, terdakwa Iswandi maupun JPU Fransiska Panggabean menyatakan pikir-pikir apakah mengajukan banding atau terima.


Diketahui, bermula pada 19 Maret 2022, saat terdakwa di SPBU Arteri Jalan Arteri Kelurahan Sirantau Datuk Bandar Kecamatan Teluk Nibung Kota Tanjungbalai.


Sekira pukul 10.00 WIB, terdakwa dihubungi oleh Asro alias Sapuluh (dalam lidik) dan menawarkan pekerjaan kepada terdakwa untuk membawa narkotika jenis sabu menuju Medan dan terdakwa menyetujuinya. 


Kemudian, sekitar pukul 18.30 Wib, terdakwa dihubungi oleh Mr X (dalam lidik) yang merupakan teman Asro dan menanyakan tawaran pekerjaan tersebut.


Terdakwa lalu diminta Asro untuk datang ke rumahnya di Jalan Sei Lendir Kecamatan Sungai Payang Kabupaten Asahan dan sekira pukul 21.00 Wib dan terdakwa diberikan uang Rp900 ribu  untuk menyewa kendaraan dan uang jalan untuk mengantarkan narkotika jenis sabu ke Medan.


Singkat cerita, terdakwa menjemput narkotika jenis sabu di Jalan Tangkahan Pasir Kelurahan Sail Lendir Kecamatan Sungai Payang dan sekira pukul 22.00 Wib. Disana, teman terdakwa sudah menunggu dan kemudian memasukkan tiga buah karung goni berbagai merek yang berisikan narkotika jenis sabu.


Setelah itu, berangkat menuju Medan. Namun, pada saat terdakwa berada di SPBU Arteri Jalan Arteri Kelurahan Sirantau Datuk Bandar Kecamatan Teluk Nibung Kota Tanjung Balai untuk mengisi bahan bakar kendaran, tiga anggota polisi dari Ditresnarkoba Polda Sumut mendatanginya.


Sebelumnya, ketiga saksi polisi sudah mendapatkan informasi dari informan  bahwa terdakwa menerima narkotika jenis shabu dan langsung melakukan penangkapan terhadap terdakwa.


Dari mobil yang dibawa terdakwa ditemukan, barang bukti 1 buah karung goni plastik warna putih berisikan 10 plastik lakban hitam yang berisikan plastik teh cina berisi narkotika jenis shabu masing masing seberat 1 kg.


Satu buah karung goni plastik warna putih berisikan 5 plastik lakban hitam yang berisikan plastik teh cina yang bertuliskan narkotika jenis shabu masing masing seberat 1 kg, satu buah karung goni plastik warna putih berisikan 10 plastik lakban hitam yang berisikan plastik teh cina yang bertuliskan Guanyinwang berisi narkotika jenis shabu masing masing seberat 1 kg.


Total keseluruhan sabu tersebut seberat 25 kg. Dari penuturan terdakwa, narkotika jenis shabu seberat 25 kg tersebut diterima dari Baba atas perintah Asro dan Mr X untuk dibawa menuju Medan dan terdakwa telah menerima uang sebesar Rp900 ribu dari Asro sebagai uang perjalanan membawa narkotika jenis sabu menuju Medan. (MC/DAF)

Share:
Komentar

Berita Terkini