Ini Alasan Polri Tarik Kasus Brigadir J dari Polda Pimpinan Fadil Imran

Aris Rinaldi Nasution
Selasa, 02 Agustus 2022 - 03:26
kali dibaca
Ket Foto : Bareskrim Polri kini menangani kasus Brigadir J yang sebelumnya diusut Polda Metro Jaya (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Mediaapakabar.com
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan alasan Bareskrim Polri mengambil alih kasus Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat dari Polda Metro Jaya (PMJ) yang dipimpin Irjen Fadil Imran.

Perkara dimaksud yakni dugaan pelecehan seksual dan dugaan ancaman pembunuhan terhadap istri Kadiv Propam Polri nonaktif Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.


"Kemudian untuk kasus di PMJ saat ini sudah ditangani oleh Timsus di bawah Kadiv sidiknya pak Dirtipidum [Brigjen Andi Rian Djajadi]. Kenapa itu kita lakukan? dalam rangka efektivitas, efisiensi dan manajemen penyidikan," ujar Dedi di rumah dinas Ferdy Sambo, Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, Senin (1/8/2022).


Dedi menyatakan pengambilalihan perkara dilakukan juga agar kasus dapat diungkap dengan terang. Dengan begitu, tak ada lagi keraguan yang muncul.


"Agar penyidikan yang dilakukan Timsus betul-betul secepatnya bisa kita ungkap seterangnya kepada masyarakat dengan berdasarkan pembuktian secara ilmiah," kata Dedi.


Pada hari ini, Timsus bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melanjutkan pekerjaan dengan mendalami hasil uji balistik Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) di rumah dinas Ferdy Sambo, Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.


Pendalaman dilakukan terhadap dua alat bukti senjata penembakan yang telah ditemukan yakni Glock 17 milik Bharada E dan HS-9 milik Brigadir J.


Berdasarkan keterangan kepolisian, Brigadir J disebut tewas saat baku tembak dengan sesama anggota polisi di rumah dinas Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, pada Jumat (8/7). Brigadir J tewas usai ditembus timah panas yang dilepaskan juniornya Bharada E.


Menurut polisi, peristiwa itu berawal dari dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J terhadap istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.


Namun, keluarga menolak narasi kepolisian tersebut. Keluarga dan tim hukumnya justru meyakini Brigadir J tewas dibunuh. Mereka bahkan melaporkan kasus Brigadir J sebagai pembunuhan berencana. Kini, kasusnya ditangani kepolisian.


Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pun membentuk tim khusus untuk mengungkap penyebab kematian. Autopsi ulang terhadap jenazah Brigadir J juga telah dilakukan. (CNNI/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini